Cara Mengetahui Kualitas Pelet

Setelah saya banyak menulis tentang ikan lele, ternyata saya lupa untuk menuliskan bagaimana cara membedakan pelet yang memiliki kualitas yang baik dengan pelet yang kualitasnya kurang baik. Karena kemarinsaat saya mengatarkan seorang teman untuk berbelanja pelet ikan pertamanya, ternyata cara yang saya ajarkan ini cukup efektif dan dapat diimplementasikan pada banyak lokasi yang berbeda.

Pertama yang ingin saya katakan kepada para pembaca yaitu soal kualitas dari pelet lele, mungkin ada pembaca yang bertanya apa standart dari pelet yang baik dan pelet yang jelek. Kualitas dari pelet ikan ini tergantung dari jumlah protein yang terkandung di dalamnya. Hal ini akan berbanding lurus dengan laju pertumbuhan dari ikan yang dipelihara, dan juga berbanding lurus dengan nafsu makan ikan terhadap pelet yang diberikan tersebut.

Jadi intinya bahwa pelet yang berkualitas tersebut akan mengandung protein yang lebih banyak, karena kandungan proteinnya lebih banyak, maka akan membuat nafsu makan ikan semakin tinggi juga. Dan karena nafsu makannya semakin tinggi, dan kandungan gizi proteinnya juga tinggi, maka laju pertumbuhannya juga sangat pesat, dan bobot ikan yang dihasilkan juga akan lebih berat.

Sedangkan di pasaran terdapat banyak sekali jenis pelet ikan lele, bahkan dari segi merk dagannya sendiri juga tidak kalah banyaknya. Dan yang paling sulit adalah jika di bungkus kemasannya tidak dicantumkan kandungan proteinnya, ditambah lagi kita hanya membeli secara eceran sehingga kita semakin tidak dapat mengetahui kandungan protein yang terdapat dalam pelet tersebut. Satu hal yang tidak mungkin akan kita lakukan adalah melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan protein dari pelet tersebut.

Saya memiliki satu cara mudah yang dapat dilakukan dan diterapkan pada saat kita akan membeli pelet ikan, cara tersebut yaitu dengan mengandalkan penciuman kita. Hal ini karena kualitas pelet yang baik biasanya berbanding lurus dengan aroma amis yang keluar dari pelet ikan tersebut.

Jadi jika anda membeli pelet ikan dan yang muncul adalah bau amis yang cukup kuat, maka dapat dipastikan bahwa kandungan protein dalam pelet tersebut juga cukup tinggi. Dan begitu pun sebaliknya, jika anda memeli pelet ikan yang tidak muncul bau amis tersebut, maka dapat dipastikan bahwa pelet tersebut memiliki kandungan protein yang rendah.

Hal ini karena bahan baku utama dari pelet ikan, adalah tepung ikan dan juga bekatul dari sekam padi. Jadi jika kandungan tepung ikan dalam pelet tersebut tinggi maka akan muncul aroma amis ikan dari pelet tersebut.

Satu hal lagi, yaitu biasanya untuk pelet ikan yang kualitasnya baik atau yang kandungan proteinnya tinggi, maka harga jualnya juga akan lebih mahal dari pada yang kualitasnya lebih rendah. Untuk ukuran, bentuk, dan juga warna dari pelet kebanyakan tidak akan berpengaruh pada kualitas pelet tersebut, karena hal ini bisa dimanipulasi dengan adanya mesin yang sudah cukup canggih dalam produksinya.

Jadi ada korelasi antara kualitas pelet, kandungan protein dalam pelet, dan juga harga jualnya, sangat berhubungan erat dan tak terpisahkan.

1 comment

    • cosme on 3 Oktober 2016 at 1:56 pm

    Reply

    Terima Kasih buat infonya yang sangat berharga..

Tinggalkan Balasan