Pemberian Pakan pada Cacing Sutra

Pada artikel terdahulu, saya sudah cukup banyak menyinggung soal pemberian pakan pada cacing sutra ini. Pada saat itu saya merasa bahwa cara dan perlakuan saya dalam memberikan pakan cacing sutra ini sudah cukup baik, bahkan sudah dapat menghasilkan anakan yang banyak pada cacing sutra milik saya.

Tetapi saat saya mengikuti pelatihan, yang dilakukan oleh kelompok tani, yang ada di daerah saya. Ternyata masih ada beberapa hal yang tidak saya perhatikan, dan hal tersebut baru saya ketahui ketika saya mengikuti pelatihan tersebut. Pengetahuan yang diberikan pada pelatihan tersebut, sangat masuk akal untuk dapat meningkatkan produksi cacing sutra milik saya ini, karena itu saya langsung mengaplikasikannya, untuk melihat seperti apa hasilnya.

Hal utama yang saya dapatkan dari pelatihan tersebut adalah, dalam pemberian pakan hewan peliharaan, apapun itu jenisnya, termasuk juga cacing sutra. Kita harus tahu apakah hewan tersebut makan di malam hari ataukah makan di siang hari, meskipun hal ini nampak sangat sepele, tetapi ternyata dampaknya sangat besar sekali.

Karena ternyata proses pemberian pakan yang sesuai dengan kebiasaan hewan tersebut, maka dapat mempengaruhi nafsu makan dari hewan teresebut, yang akhirnya juga akan mempengaruhi penyerapan nutrisi dari makanan tersebut. Yang akhirnya juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangbiakan dari hewan peliharaan kita tersebut.

Dari yang sebelumnya, saya sekehendak hati saya dalam memberikan pakan pada cacing sutra, sekarang saya sudah mulai untuk mengaturnya agar dalam meberikan pakan hanya dilakukan pada saat malam hari atau saat sudah tidak ada matahari. Hal ini saya lakukan, karena saya melihat bahwa cacing sutra akan menjadi lebih aktif jika sudah malam, atau sudah tidak ada sinar matahari lagi.

Lalu untuk pemberian pakannya, saat ini saya lebih banyak menggunakan pelet yang sudah diberi air panas sebelumya. Hal ini saya lakukan, karena pelet adalah pakan yang banyak mengandung protein, tetapi tidak menghasilkan bau busuk yang menyengat seperti halnya daging segar. Meskipun tetap menghasilkan bau, tetapi saya masih menganggap bahwa bau tersebut masih sangat wajar.

Untuk pemberian pakannya, saat ini saya lebih banyak menyebarkan pelet tersebut langsung di tengah-tengah koloni cacing sutra, ataupun setidaknya pakan tersebut saya letakkan di dekat koloni tersebut. Dengan cara ini cacing sutra menjadi lebih cepat mengambil makanannya, bahkan saya merasa cacing sutra milik saya ini menjadi semakin baik perkembangbiakannya.

Ternyata perlakuan kita terhadap cacing sutra ini, menjadi sangat efektif ketika kita mengetahui kebiasaan dan juga kesenangan dari peliharaan kita tersebut. Sebenarnya saya juga ingin agar cacing sutra tersebut menurut seperti keinginan saya, tetapi ternyata hal tersebut tidak bisa, malah jika tetap kita paksakan hal tersebut, malah akan membuat cacing sutra menjadi mati.

Satu hal lagi yang belum saya dapatkan hasilnya adalah, pemberian pakan dedak halus yang tidak disaring terlebih dahulu, tetapi langsung saja saya diberikan kepada cacing sutra sebagai makanannya. Karena sebelumnya saya selalu menyaring dedak halus tersebut terlebih dahulu. Hasil dari percobaan ini, akan saya berikan konfirmasinya pada artikel yang selanjutnya.

1 comment

    • Agus Saptono on 19 Februari 2018 at 11:22 am

    Reply

    waktu pemberian pakannya yang paling baik berapa kali sehari..?
    dan di waktu apa, pagi, siang atau sore..?

Tinggalkan Balasan