Pelet Ikan sebagai Pakan untuk Cacing Sutra

Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan tentang kriteria soal makanan yang baik dan cocok untuk diberikan kepada cacing sutra, saya memang tidak menggunakan satu saja jenis pakan, tetapi saya menggunakan kombinasi dari beberapa bahan pakan. Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan tentang dedak padi dan juga pupuk kandang sebagai pakan cacing sutra, sementara pada artikel ini, saya akan menjelaskan tentang pelet ikan yang saya jadikan sebagai pakan cacing sutra.

Pelet yang saya gunakan adalah pelet PF-500, alasan saya menggunakannya bukan karena memiliki alasan khusus, tetapi karena pelet tersebut yang saat ini tersedia di rumah, karena pelet tersebut sebenarnya saya gunakan untuk memberi makan beberapa jenis ikan hias yang ada di rumah. Jadi, saya pikir dari pada membeli lagi, kenapa tidak saya manfaatkan saja sebelum saya membeli yang baru.

Hanya saja pelet yang saya miliki ini adalah jenis pelet yang mengambang di permukaan air, dan seharusnya jenis pelet yang saya gunakan adalah pelet yang tenggelam di dalam air. Pelet yang mengambang ini, baru akan tenggelam jika sudah direndam di dalam air selama beberapa hari, sehingga jika ingin dijadikan pakan cacing sutra kita harus merendamnya dulu selama beberapa hari.

Jika pelet yang mengambang di permukaan air, sampai tidak bisa tenggelam, maka pelet tersebut tidak akan bisa dimakan oleh cacing sutra, karena cacing sutra adalah jenis hewan yang hanya menunggu makanan yang menghampiri dirinya, dan tidak akan memburu makanannya, seperti jenis ikan. Jadi saya harus membut pelet tersebut agar bisa tenggelam

Saya pernah mencoba untuk merendam pelet seperti ini, ternyata setelah empat hari masih ada bagian dari pelet tersebut yang tidak dapat tenggelam, dan masih ada bagian lain yang sudah tenggelam malah mengapung kembali.

Hanya saja berbekal pengalaman saat membuat pakan cacing sutra dari dedak padi, yang menjadi tenggelam saat saya siram dengan air panas, maka saya juga mencobanya juga pada pelet yang mengapung ini. Dan ternyata hasilnya pelet yang mengapung tersebut menjadi tenggelam saat air panas yang menyiramnya telah menjadi dingin. Setelah pelet tersebut cukup dingin maka pelet tersebut sudah secara langsung dapat diberikan pada cacing sutranya.

Saya pikir dengan memberikan pelet sebagai pakan cacing sutra, maka setidaknya menu makanan dari cacing sutra ini sudah cukup banyak mengandung protein, serat, karbohidrat, dan di dalam pelet juga ada beberapa zat yang dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kandungannya saya rasa cukup lengkap, lagipula cacing sutra hanya makan pelet dalam jumlah yang sedikit, tidak sebanyak ikan lele, jadi saya rasa masih sangat hemat jika menjadikan pelet sebagai pakan cacing sutra.

Sebenarnya saya menggunakan pelet ikan sebagai pakan cacing sutra karena saya memiliki masalah saat memberikan daging segar sebagai pakan cacing sutra sebelumnya. Hanya saja masalah yang saya hadapi tersebut akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Tinggalkan Balasan