Daging Segar sebagai Pakan Cacing Sutra

Alasan saya menggunakan daging segar sebagai pakan cacing sutra, karena saya melihat beberapa jenis hewan seperti cacing tanah, semut kroto, dan ikan lele, pada saat mereka di beri makan daging segar, maka kecepatan pertumbuhannya bisa meningkat dengan pesat, bahkan mereka juga bisa lebih cepat berkembang biak. Karena itu saya berfikir bahwa tidak ada salahnya, jika saya mencoba untuk menggunakan daging segar sebagai pakan cacing sutra.

Untuk daging segar yang saya gunakan kali ini adalah daging segar yang berasal dari daging ayam potong, untuk jumlah daging yang saya gunakan, hanya sekitar beberapa puluh gram saja. Kemudian daging tersebut saya cincang sampai halus, baru saya berikan sebagai pakan kepada cacing sutra.

Tetapi ternyata pikiran saya tersebut tidak sepenuhnya benar, karena dengan menggunakan daging segar, ternyata ada beberapa masalah yang saya hadapi. Ternyata daging segar yang sudah saya cincang halus tersebut hanya bisa tenggelam selama dua hari saja, setelah dua hari daging tersebut akan mengambang di permukaan air, sehingga cacing sutra akan kesulitan untuk memakannya.

Masalah yang lain yaitu dari bau busuk yang ditimbulkan oleh daging tersebut cukup menyengat, sehingga untuk kasus saya, bau tersebut sudah membuat orang rumah menjadi protes karena bau yang tidak sedap tersebut. Apalagi sampai baju ataupun barang lain yang terkena percikan air dari media, bisa menjadi barang tersebut juga akan menjadi bau seperti bau media cacing sutra.

Untuk kasus daging yang mengambang di permukaan air, saya berfikir bahwa jika dedak padi dan juga pelet ikan akan tenggelam jika disiram air panas, maka mungkin saja daging tersebut juga akan tenggelam jika disiram air panas. Dan ternyata memang benar dugaan saya, bahwa daging yang mengambang tersebut menjadi tenggelam saat disiram air panas.

Hanya saja masalah bau yang ditimbulkan oleh daging tersebut tetap saja tidak bisa hilang, meskipun daging tersebut telah tenggelam di dalam air, dan sudah disiram dengan air panas. Dan bau busuk dari daging tersebut baru bisa hilang, saat daging-daging tersebut perlahan-lahan mulai habis dimakan oleh cacing sutra.

Cara yang saya gunakan untuk menghilangkan bau tidak sedap dari media cacing sutra ini, yaitu dengan cara mengganti air yang mengaliri media, dengan menggunakan air yang bersih, baru setelah diganti dengan air bersih, maka bau yang ditimbulkan oleh pakan daging segar tersebut mulai bisa hilang.

Karena itu sedapat mungkin saya tidak menggunakan daging segar untuk pakan cacing sutra, dan saya lebih memilih untuk menggunakan pelet ikan, jika ingin memberikan pakan dengan protein tinggi kepada cacing sutra.

Memang saya melihat bahwa perkembangan cacing sutra yang diberi pakan daging segar seperti ini, terlihat cukup cepat dan menggembirakan, jika dibandingkan dengan pakan jenis lain. Tetapi saya punya masalah dengan bau yang ditimbulkannya. Hanya saja tidak menutup kemungkinan bahwa nanti saat media cacing sutra sudah saya pindahkan ke tempat yang jauh dari rumah, saya akan menggunakan daging segar kembali, karena memang efeknya yang begitu baik untuk pertumbuhan dan perkembangan cacing sutra.

Tinggalkan Balasan