Ketakutan pembudidaya ikan lele pemula jika nanti panen

Saat panen lele adalah saat yang paling menggembirakan bagi para peternak, karena pada saat inilah kita akan segera mengetahui seberapa banyak hasil yang akan kita peroleh dari kerja keras yang sudah dilakukan.

Waktu awal saya masuk ke usaha ternak ikan lele, saya bingung. Banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam, benak saya. Apakah yang akan saya lakukan saat saya nanti sudah panen nanti? Kemana saya harus menjual ikan hasil panen tersebut? Apakah nantinya ada yang mau membeli ikan lele saya? Lalu jika ada komplain dari pembeli, karena saya adalah seorang pemula bagaimana?

kolam ikan dengan plastik terpal

Padahal untuk kenyataan yang terjadi, dalam proses pembesaran. Mungkin sampai panen ikan lele yang ke sekian kalinya (mungkin tiga sampai empat kali), saya belum dapat menikmati hasil dari panen lele saya. Dengan begitu banyak ikan yang mati, maka setiap panen, saya hanya mendapat sedikit sekali ikan, sehingga pada masa itu masih tidak mungkin untuk menjual ikan lele ke luar.

Maklum saja, karena pada masa awal mencoba beternak ikan lele, saya masih dalam masa percobaan dan meraba-raba. Meskipun saya sudah begitu banyak membaca artikel dari internet, tetap saja tidak terlalu banyak berpengaruh, tetapi jika dikatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, maka itu berlaku bagi saya. Karena dengan pengalaman, saya jadi banyak mengerti tentang kata-kata artikel di internet.

Baru dalam panen yang selanjutnya lah, saya dapat menikmati hasil panen lele saya. Meskipun sampai saat ini saya masih belum merasa puas dengan capaian yang telah saya raih, karena yang menjadi tolok ukur saya adalah para peternak yang ada di sekitar saya, yaitu mereka dapat membuat persentase yang cukup tinggi antara jumlah bibit ikan yang mereka tebar dengan jumlah kilogram ikan yang dihasilkan (ada yang mendapat 85kg ikan dari 1250 ekor bibit yang ditebar).

TetapiĀ  saya beruntung karena pada saat saya memulai untuk terjun ke bidang pembesaran ikan lele ini, saya tidak sendirian, dan banyak teman seperjuangan yang juga baru saja masuk ke bisnis ini. Sehingga setiap kegagalan yang dialami oleh seorang peternak dapat menjadi pembelajaran bagi peternak yang lainl. Sehingga untuk menjadi mahir, kami tidak memerlukan waktu yang panjang, bahkan jika di total waktunya tidak sampai setahun. Atau sekitar tiga sampai empat kali masa tebar bibit.

Saat saya akan menyerah, ternyata ada peternak lain yang lebih parah kegagalannya, berani untuk bangkit. Maka seperti mendapat suntikan semangat baru, akhirnya saya juga memulai lagi dari awal. Saya rasa itulah makna dari teman seperjalanan, ya memang mereka tidak dapat membuat perjalanan kita menjadi lebih mudah, tetapi setidaknya mereka dapat membantu kita untuk bangkit saat kita terjatuh.

2 comments

    • Harianto on 26 Januari 2017 at 3:40 pm

    Reply

    Saya sekarang ini kesulitan menjualnya posisi saya di sampit sudah saya datangi penjual disekitar dampit bilangnya besok sampai saat ini blm ada yg datang tolong infonya tengkulak ada 4 kolam sudah lambat panen

      • Remi on 27 Januari 2017 at 10:35 pm
      • Author

      Reply

      Mohon maaf mas, karena informasi tengkulak itu, selain dari pengalaman pribadi, juga karena informasi tengkulak itu sendiri atau dari peternak yang lain.
      Jadi karena sampai sekarang masih belum ada informasi lain, maka saya tidak punya informasi yang bisa saya sampaikan.
      Tetapi jika memang nanti ada informasi yang masuk maka datanya akan langsung saya sampaikan pada artikel data tengkulak, atau dengan alamat artikel https://ternakpedia.com/774/data-penjual-dan-pembeli-situs-ternakpedia-com/

Tinggalkan Balasan