Mitos kolam ikan dalam rumah di kebudayaan Jawa

Mitos adalah produk kebudayaan, dan di Indonesia banyak sekali mitos yang berkembang di masyarakat Indonesia, bahkan di setiap daerah memiliki mitos-mitosnya sendiri. Hal ini karena masyarakat kita percaya bahwa ada semacam kekuatan lain di luar sana yang jauh lebih kuat dari pada kekuatan manusia. Maka, berdasar atas kesadaran akan hal tersebut,  masyarakat kita lebih cenderung untuk ingin hidup berdampingan dengan kekuatan-kekuatan tersebut, dan tidak ingin melawannya. Tetapi saat ini, masyarakat modern kita,  lebih suka untuk melakukan segala sesuatu berdasarkan logika berfikir, sehingga mereka cenderung untuk mengabaikan larangan-larangan yang ada di sekitar mereka.

Saya tinggal di Jawa Timur, dan berkembang dan tumbuh dengan petuah dan larang berdasarkan dari mitos-mitos Jawa, dan terkadang hal tersebut memang terdengar tidak masuk diakal untuk logika berfikir modern saya. Tetapi saat memakai logika berfikir masyarakat Jawa yang ada di sekitar saya, maka hal tersebut menjadi sedikit masuk akal. Disamping juga mereka sedikit banyak memberikan contoh nyata yang terjadi jika tidak mengikuti anjuran dan larangan dari mitos tersebut.

2 ikan lele dalam kaleng

Saat ini saya ingin sedikit shering tentang mitos membuat kolam ikan permanen di dalam rumah, menurut kebudayaan Jawa.
Tetapi untuk saat ini dalam kehidupan modern banyak yang mengatakan, jika rumah yang memiliki kolam ikan di dalam, dapat digunakan sebagai wahana rekreasi dan hiburan bagi pemilik rumah, karena dapat menikmati keindahan ikan yang terdapat di dalam kolam. Selain itu, banyak yang mengatakan, jika mendengarkan suara dari gemericiknya air, yang berasal dari kolam maka dapat memberikan ketenangan jiwa bagi pemiliknya.

Hal tersebut memang tidak salah menurut logika berfikir untuk saat ini, tetapi saya pernah mendapat nasihat dari ibu dan nenek saya, tentang membangun kolam di dalam rumah (di tengah lingkungan rumah), ternyata mereka mengatakan bahwa, jika dapat jangan membangun kolam di dalam rumah, atau sedapat mungkin jangan membangun kolam di dalam rumah.

Dan memang saya bertanya soal “Mengapa hal tersebut tidak di perbolehkan”. Mereka tidak memberikan jawaban secara pasti. Hanya saja mereka mengatakan bahwa hal tersebut “gak ilok” (mungkin dapat diartikan “Hal tersebut tidak lazim dilakukan”), “Isok ngowo sengkolo” (dapat mengangakibatkan/membawa bencana).

Mereka mengatakan jika itu tetap saja di lakukan, maka kehidupan keluarga akan berantakan, keluarga menjadi tidak harmonis, banyak terjadi perselisihan antar anggota keluarga, dan bahkan dapat menyebabkan perpecahan di dalam keluarga. Karena ada perpecahan di dalam keluarga, maka akan menghambat karir, dan juga peningkatan ekonomi anggota keluarga, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan, baik jasmani maupun jiwa.

Tetapi jika ada yang secara sengaja untuk membangun kolam di dalam rumah, dan ternyata tidak terjadi apa-apa, dan kehidupan keluarga tersebut baik-baik saja, maka mungkin saja mereka memiliki penangkal yang lebih kuat dari efek buruk kolam di dalam rumah. Hanya saja untuk saat ini saya tidak mengetahui secara pasti apa dan bagaimana cara menangkal efek buruk dari membuat kolam di tengah rumah tersebut. Yang saya lakukan adalah menghindarinya saja.

3 comments

    • lia on 11 April 2016 at 3:58 am

    Reply

    Aquarium adalah kolam kaca,semakin besar ukuranya,semakin kaya raya yg punya.

    • Cella on 1 April 2019 at 8:13 pm

    Reply

    secara logika,,, kalo ada kolam didalam rumah, pasti luas ruang untuk gerak jadi berkurang,, jadi tidak ada masalah dengan kolam dalam rumah,,
    orang jawa memang suka berhati-hati dalam segala hal,, kadang para orang tua sedikit kesulitan menasehati anak2nya, sehingga mereka memberikan nasehat dengan dibumbui rasa takut agar anak-anaknya mau menuruti nasehatnya,, itu aja.

      • Remi on 12 April 2019 at 2:25 am
      • Author

      Reply

      Terima kasih atas tanggapannya.

Tinggalkan Balasan