Perbandingan menjual ikan ke pengepul

Untuk di daerah saya, penanganan hasil panen ikan lele, masih sangat tegantung kepada pengepul ikan lele. Ketergantungan tersebut mulai dari penetapan harga ikan, sampai ke waktu pengambilan ikan, bahkan sampai ke penentuan ikan mana yang sudah bisa di ambil dan yang belum bisa diambil.

Sedangkan untuk dijual secara eceran langsung ke konsumen, jumlah penjualannya masih relatif kecil. Penjualan tersebut nilainya sangat kecil, hal ini terjadi karena, saat melakukan pengambilan ikan, kondisi ikan akan terguncang, sehingga dapat mengakibatkan ikan menjadi stres. Tidak jarang saat ikan stres, ikan dapat langsung mati. Jika tidak langsung mati, kemungkinan ikan dapat kehilangan nafsu makannya terlebih dahulu selama beberapa hari, baru setelah itu ikan akan mati. Kadang kala, saat ikan lele merasa stres, dapat menyebabkan ikan mengalami kembung, baru setelah itu ikan akan mati.

air limbah kolam ikan lele

Belum lagi jika sambil mengambil ikan kita juga menguras air kolam (karena mungkin, kita kesulitan mengambil ikan dalam kondisi air kolam penuh, dan kondisi airnya sendiri terlalu keruh), sehingga saat mengisi air kolam itu kembali, ikan menjadi tidak nyaman karena kondisi airnya terlalu bersih. Hal ini juga dapat memicu stres pada ikan, bahkan jika ikan tidak nyaman dengan kondisi kolamnya, kadang ikan lele juga dapat meloncat dari dalam kolam.

Kemungkinan lain lagi, yaitu saat kita menguras kolam, ikan-ikan dapat menjadi takut, lalu mereka saling berdesak-desakan antar ikan. Sehingga dapat mengakibatkan banyak ikan yang terluka, karena duri yang ada di sirip depan mereka saling bergesekan antara satu ikan dengan ikan yang lain.

Tetapi jika menjual langsung ke pengepul, ikan akan langsung di borong semua, dan jika masih tersisa pun, jumlah ikan tidak terlalu banyak, sehingga faktor resiko kematian ikan lele akibat panen menjadi rendah.

Memang dari segi harga jualnya menjadi rendah, jika kita menjual panen ikan lele ke pengepul. Tetapi karena mengingat faktor resiko kematian yang masih sangat tinggi, maka pilihan yang paling bijak adalah tetap menjualnya ke pengepul. Kecuali kita memiliki wadah-wadah penampungan dalam ukuran yang kecil, dan dalam jumlah banyak. Maka kita dapat mengisi wadah tersebut dengan ikan yang siap panen, sehingga jika ada pembeli yang datang, kita dapat menjual ikan secara eceran, sehingga kondisi ikan dalam wadah yang satu tidak akan mempengaruhi kondisi ikan di wadah yang lain.

Tetapi tetap saja pilihan terakhir ada di tangan pembudaya itu sendiri, dalam menentukan manakah pilihan yang terbaik dalam menjual ikannya.

3 comments

    • Rizal S on 19 April 2016 at 10:28 pm

    Reply

    Mas, terakhir panen punya e pean di jual ke pengepul atau di ecer sendiri ke konsumen mas? di pengepul terakhir per kilo nyampek berapa mas hasil panen e pean?

      • Remi on 20 April 2016 at 9:14 am
      • Author

      Reply

      Iya mas, ini ikan panenan yang kemarin ada yang dijual ke pengepul, ada juga yang dijual langsung ke konsumen.
      Untuk pengepul harga terakhir Rp 16.000,- turun dari yang sebelumnya Rp 16.500
      Untuk ke konsumen langsung Rp 20.000,-

      tapi harga ini ngak bisa dijadikan patokan karena sangat tergantung sama daerahnya

    • Rizal S on 20 April 2016 at 1:07 pm

    Reply

    bener sekali itu, emg di jual ke pengepul mana mas bro? samean ada no. e? myngkin 1,5-2 bulan lagi punyaku panen….oya, kemarin ku beli bibit e di bbl tlogo waru.

Tinggalkan Balasan