Penjodohan Burung Perkutut Sejak Masih Muda

Saat saya sedang berada di Kota Jambi, saya bertemu dengan seorang peternak burung perkutut yang sudah sangat berpengalaman dalam budidaya dan pembiakan burung perkutut. Dan diantara burung perkutut yang dia pelihara, ternyata selain ada beberapa burung muda yang dianggap potensial untuk dijadikan sebagai bibit ungul, ternyata dia juga mempersiapkan burung perkutut yang akan dijadikan sebagai indukan.

Jadi ada beberapa ekor burung yang sudah di pasangkan dalam satu kandang sejak mereka berusia sangat muda. Jenis burung seperti perkutut, terkukur, bahkan juga burung merpati, mereka memiliki kemiripan yang sangat tinggi dalam hal kesetiaan pada pasangannya, jadi sepertinya untuk menghasilkan anakan yang berkualitas pada saat burung ini dewasa, maka burung-burung ini sudah dipasangkan semenjak mereka muda.

Selain itu menurut penuturan dari peternak yang saya temui tersebut, bahwa untuk menternakkan burung perkutut ini susah-susah-gampang. Jadi, persiapannya sudah dimulai saat burung-burung ini masih muda. Bahkan meskipun demikian terkadang saat sudah berusaha semaksimal mungkin, hasil yang kita dapatkan malah tidak sesuai seperti yang diharapkan.

Apalagi jika ingin menghasilkan anakan burung yang memiliki kualitas suara yang bagus maka pemilihan indukan juga harus diperhatikan dengan seksama. Untuk bisa matang kelamin agar siap berkembang biak, maka setidaknya burung perkutut harus berumur minimal sekitar enam bulan.

Memang menurut peternak perkutut yang saya temui tersebut, bahwa bisa juga perkutut tersebut dijodohkan saat mereka sudah dewasa, ataupun pada saat sudah diketahui betul kualitas dari kedua indukannya. Tetapi menurut beliau jika dilakukan pada saat burung-burung ini sudah dewasa, maka kemungkinan untuk gagalnya perjodohan tersebut juga akan semakin tinggi.

Hal ini karena ada kemungkinan bahwa burung perkutut tersebut, tidak cocok atau tidak mau kawin dengan burung yang punya kualitas sama, sehingga yang mungkin saja terjadi adalah perkelahian antara burung tersebut. Karena itu beliau mengatakan bahwa untuk menternakkan burung perkutut ini terkadang susah-susah-gampang.

Tinggalkan Balasan