Mengatasi Buah Naga yang Terlambat Berbuah

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang teman mengeluhkan tanaman buah naga miliknya, yang telah berumur beberapa tahun, ternyata sampai hari ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berbuah.

Ternyata permasalahan teman saya ini, juga pernah dialami oleh teman yang lain sebelumnya, dan ternyata teman saya yang satu ini, telah berhasil membuat buah naganya menghasilkan buah.

Dan cara yang disarankan oleh teman tersebut agar tanaman buah naga dapat berbuah, yaitu setidaknya pada saat mulai menanam buah naga, maka tanaman tersebut harus diberi pupuk dengan menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam ataupun dari kotoran bebek.

Selanjutnya pemberian pupuk akan diberikan secara berkala setiap beberapa waktu sekali. Pada saat batang pohon buah naga sudah terlalu menjuntai panjang, maka sebaiknya batang tersebut dipangkas dan dirapikan. Karena kemungkinan cadangan makanan yang harusnya dapat menjadi buah, hanya akan digunakan tanaman untuk memanjangkan batang saja.

Selain itu dalam memilih lahan untuk menanam pohon buah naga, sebaiknya anda mencari tempat yang disinari matahari secara langsung, dalam waktu yang lama. Karena habitat asli dari buah naga adalah tempat yang banyak mendapatkan sinar matahari.

Meskipun sebenarnya ada cerita dari pembudidaya buah naga yang lain, bahwa untuk dapat memacu produksi buah naga miliknya, dia memberikan lampu ultraviolet untuk menerangi beberapa pohon buah naga miliknya.

Dan menurut keterangan dari pembudidaya tersebut, ternyata cara ini berhasil, dan dapat meningkatkan hasil panen buah naga miliknya. Bahkan cara ini dapat membuat tanaman mengeluarkan buah diluar musimnya.

Alasan yang dikemukakan oleh orang tersebut, yaitu karena di habitat aslinya, buah naga mendapatkan penyinaran matahari sekitar 13 jam dalam sehari. Atau biasanya saya lebih sering mendengar bahwa tanaman seperti ini disebut sebagai tumbuhan berhari panjang.

Sedangkan di Indonesia, jarang ada daerah yang mendapat penyinaran selama itu. Mungkin kota-kota yang berada di garis katulistiwa, bisa mendapatkan penyinaran selam 12 jam sehari. Tetapi untuk daerah yang jauh dari katulistiwa, seperti misalnya pulau Jawa, maka penyinaran sinar matahari hanya 10 – 11 jam dalam sehari, tidak terhitung pada saat terjadi mendung.

Karena itu untuk dapat memaksimalkan pertumbuhan tanaman buah naga, setidaknya pohon tersebut perlu disinari dengan sinar ultraviolet setidaknya selama dua jam setiap hari. Jika bisa waktu penyinaran ini dimulai semenjak matahari terbenam.

Tinggalkan Balasan