Arti Rendemen pada Tanaman Tebu dan Rendemen pada Tanaman Jagung

Kata rendemen sangat kental sekali digunakan dalam bidang pertanian, hanya saja arti kata rendemen pada setiap komoditi bisa berbeda-beda artinya. Misalnya saja seperti arti rendemen pada gula tebu, bisa diartikan sebagai kandungan gula yang ada dalam batang tebu.
Jadi misalkan saja ada yang menyebutkan rendemen 8 %, maka itu artinya kandungan gula dalam tebu yang digiling tersebut sebanyak 8 %, dari total keseluruhan berat tebu yang digiling. Sebagai contoh misalnya tebu yang digiling sebanyak 1 ton, maka gula yang dapat dihasilkan sebanyak 80 Kg.
Jadi, sebenarnya yang dibayarkan oleh pabrik gula kepada para petani, adalah banyaknya jumlah gula yang dibawa ke dalam pabrik. Tidak perduli sebanyak apapun tebu yang dibawa, tetapi jika gula yang dihasilkan sangat sedikit, maka uang akan didapatkan oleh petani tetap sedikit, dan demikian juga sebaliknya.

Sementara untuk komoditi jagung, rendemen dapat diartikan sebagai perbandingan antara berat bersih biji jagung dengan berat biji jagung yang masih bersama bonggolnya / tongkolnya. Hal ini karena sebelum dan sesudah jagung dirontokkan dari bonggolnya akan ada selisih berat, yaitu berat dari bonggol jagung yang memang tidak terlalu berharga.
Jadi misalkan ada yang mengatakan bahwa jagung di lahan A rendamennya 70 %, maka itu artinya berat biji jagung yang dihasilkan adalah 70 % dari total berat keseluruhan hasil panen jagung. Contohnya, jika petani panen 1 ton jagung yang belum dipipil, maka dengan rendemen 70 %, akan didapatkan 700 Kg biji jagung. Sementara yang 30 % atau 300 Kg merupakan berat dari bonggol / tongkol jagungnya.
Biasanya para petani melakukan penimbangan pada saat jagung dalam keaadaan basah atau masih baru selesai panen, jadi nanti saat jagung sudah dipipil maka angka rendemen tersebut akan keluar. Bahkan nanti saat biji jagung dikeringkan, maka berat biji jagung tersebut akan turun lagi. Penurunan ini disebabkan karena faktor berat air yang ada di dalam biji jagung akan menguap.
Terkadang ada petani jagung yang mengatakan bahwa rendamen di kebunnya rendah, maka itu artinya bonggol jagung yang dihasilkan di kebunnya cukup besar dan cukup berat. Boleh dikatakan bahwa bonggol jagung juga akan menjadi pembanding

Tinggalkan Balasan