Perbedaan Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing yang Masih Baru dan yang Lama

Jadi, selama ini saya membuat pupuk kandang saya sendiri, karena itu saya mendapatkan pengetahuan tentang kotoran kambing yang baru dan yang lama. Karena biasanya kotoran yang saya ambil dari peternak kondisinya berbeda-beda, ada yang baru saja keluar dari pantat kambing, ada yang sudah disimpan lama, tetapi belum ada yang membelinya.

Pertama dari segi beratnya saja, bahwa kotoran yang masih baru itu memiliki kandungan air yang lebih banyak, jadi dalam satu sak kotoran, kotoran baru memiliki bobot yang lebih berat.

Berikutnya saya mendapati bahwa kotoran yang masih baru, memiliki kandungan gas yang masih sangat tinggi, sehingga saat kotoran direndam di dalam air, maka akan muncul gelembung-gelembung yang sangat banyak, lalu gas yang terbentuk tersebut mengeluarkan aroma khas kotoran, jadi dapat disimpulkan bahwa selama proses perendaman tersebut terjadi pengeluaran gas dari dalam kotoran tersebut.

Sedangkan untuk kotoran lama, gas yang keluar lebih sedikit, dan aroma kotorannya juga tidak sekuat jika masih baru.

Kotoran kambing yang masih baru bentuknya lembek dan mudah hacur saat ditekan. Tetapi kotoran yang lama memiliki tekstur yang lebih keras dan membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk menekannya sampai hancur.

Saya berkesimpulan bahwa kotoran itu sama-sama memiliki kandungan gas dalam kadar tertentu saat masih baru, dan akan kadar gas tersebut akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, proses perendaman yang kita lakukan ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan gasnya.

Boleh dibilang bahwa kotoran yang masih baru tanpa diproses, seringkali disebut sebagai pupuk yang masih panas, karena kandungan gas yang masih tinggi, dan dampaknya pupuk ini bisa membunuh tanaman. Jenis tanaman yang yang sangat terdampak dengan pupuk panas ini misalnya saja tanaman strawberi, karena memang jenis tanaman ini memiliki kondisi akar yang sangat sensitif.

Tinggalkan Balasan