Pupuk Kandang dari Kotoran Burung Puyuh

Seperti yang sudah saya ceritakan dalam artikel yang lalu, bahwa keponakan saya mulai beternak burung puyuh. Pada saat itu saya bertanya kepada dia, tentang apa yang dia lakukan kepada kotoran yang dihasilkan selama produksi itu? Dia menjawab bahwa dia menggali tanah di sekitar kandang, lalu setelah cukup banyak kotoran yang ditampung di dalam lubang tersebut, maka lubang tersebut akan ditutup tanah. Kemudian dia akan menggali tanah lainnya kembali, dan begitu seterusnya.

Hal ini masih bisa dilakukan, karena memang kondisi lahan disekitar rumahnya yang masih luas, jadi tidak perlu takut kehabisan lubang. Untuk kondisi kotoran burung puyuh yang dimasukkan ke dalam lubang tanah ini tidak terlalu menimbulkan bau, hal ini karena kondisi kotoran bisa menjadi lebih kering dan bisa langsung tersamarkan menjadi tanah. Memang pada saat itu saya melakukan pengamatan pada saat musim panas, jadi saya tidak tahu pasti kondisi kotoran tersebut jika sudah memasuki musim hujan, karena memang biasanya kotoran hewan akan menjadi lebih bau ketika memasuki musim hujan.

Kemudian saya bertanya lagi, apakah jika saya meminta kotoran burung puyuh tersebut diijinkan? Dia mengatakan bahwa dia tidak keberatan untuk memberikannya, karena memang bagi dia kotoran burung puyuh tersebut sudah tidak bisa dia gunakan lagi. Lalu saya bertanya lagi, apakah dia tidak ingin menggunakan kotoran tersebut untuk dijadikan pupuk? Dia mengatakan jika dia sudah malas untuk mengolahnya, karena memang selain dia sudah bekerja dari pagi sampai sore, dia juga masih harus mengurus burung puyuhnya, jadi memang kondisinya sudah cukup melelahkan, dan saya bisa mengambilnya sesuka hati saya.

Lalu saya meletakkan sebuah tong besi di dekat kandang puyuh tersebut, jadi saat dia akan membuang kotoran puyuhnya, dia akan meletakkannya pada tong tersebut. Kemudian pada siang atau sorenya saya akan mengambil kotoran tersebut lalu mengolahnya di rumah saya sendiri.

Perlu diketahui juga, bahwa kotoran burung puyuh yang diletakkan di dalam tong akan menimbulkan bau yang tidak sedap, bahkan sisa kotoran yang masih tersisa saja, itu sudah cukup untuk menghasilkan bau yang tidak sedap. Karena itu saya harus rutin mengambil kotoran tersebut. Karena saya malu jika bau kotoran tersebut membuat dia merasa tidak nyaman.

Tinggalkan Balasan