Cara Menanam Buah Naga di dalam Pot

Setahu saya, buah naga adalah jenis tanaman yang ditanam langsung di tanah, dan baru kali ini ada orang yang mencoba menanam buah naga di dalam pot. Jadi menurut saya ini adalah sesuatu yang menarik.

Alasan narasumber menanam buah naga di dalam pot, yaitu karena buah naga yang ditanam menggunakan pot akan menghasilkan buah sesuai dengan waktu yang kita inginkan, atau dengan kata lain masa panennya bisa diseting. Hal ini karena harga jual buah naga akan jatuh pada saat panen raya tiba, atau pada saat panen buah naga membanjiri pasaran.

Jika kita bisa memanen buah naga di luar musimnya, maka harga jual buah naga akan selalu mahal, dan pastinya ini akan sangat menguntungkan petani.

 

Berikut adalah cara penanaman buah naga di dalam pot yang disampaikan oleh narasumbernya.

Pertama kita harus memilih bibit dari jenis yang unggul, kemudian pilih coudek atau batang daun yang ukurannya besar, dengan panjang sekitar satu meter. Lalu oleskan fungisida (2) +  Rotun, perangsang akar (1) + Super thrive 7 tetes. Kemudian campur dengan menggunakan B1 murni, buat seperti pasta. Oleskan pada bagian tanaman yang terkena luka potong. Tunggu sampai tiga hari, kemudian bibit tersebut baru bisa ditanam.

Bila tanaman buah naga sudah bisa hidup di dalam pot, maka biarkan saja tanaman tersebut, atau dibiarkan saja tanaman hidup dengan liar. Tujuannya agar serabut akar dapat memenuhi semua bagian di dalam pot. Nantinya jika selama proses peliaran ini ada tanaman yang menghasilkan buah, maka buah tersebut harus dibuang, karena tujuan kita saat ini untuk membuat akar tanaman dapat memenuhi semua bagian pot. Proses peliaran ini bisa berlangsung selama 1 tahun penuh.

Setelah diperkirakan bahwa jumlah akar sudah memenuhi semua bagian pot, maka tanaman akan kita potong pendek, menjadi sekitar 50 – 80 cm. Pada saat ini tanaman akan kita beri pupuk yang mengandung P & K dalam konsentrasi yang tinggi (atau bisa juga dengan memberinya pupuk merk Dekastar). Dengan demikian, maka bunga dan buah yang muncul akan pendek-pendek.

Kemudian setelah tanaman melewati masa panen, maka kita akan mengganti media di dalam pot dengan menggunakan media yang baru. Pada saat itu kita juga akan mengurangi jumlah serabut akar tanaman. Setelah itu tanaman akan diliarkan kembali.

Masa pemotongan dan penggantian media tanam ini bisa dilakukan setahun sekali. Biasanya dalam setahun itu, tanaman sudah dua kali panen.

Tinggalkan Balasan