Hal Menarik Mengenai Tanaman Melati

Artikel ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya, lebih baik untuk anda yang belum membaca artikel sebelumnya, kami anjurkan untuk membacanya dulu. Berikut adalah beberapa hal menarik yang saya temui saat menanam melati:

Hal pertama, melati adalah jenis tanaman perdu yang sangat kuat sekali dalam kondisi cuaca panas dan kering. Pada musim kemarau yang lalu, hampir semua jenis rumput liar yang ada di kebun saya mati mengering. Tetapi hampir semua rumpun tanaman melati yang mendapat perlakuan sama seperti rumput liar di sekitarnya, tetap dapat bertahan hidup, dan tetap terlihat hijau.

Tetapi saat tidak mendapatkan air yang cukup, maka jumlah bunga yang dihasilkan tidak terlalu banyak, bahkan untuk rumpun yang besar sekalipun. Baru setelah hujan turun, tanaman ini seperti balas dendam dengan mengeluarkan bunganya terus-menerus.

Yang kedua, bahwa tanaman melati ini mirip seperti tanaman strawberi, yaitu saat ada bagian batangnya jatuh ke tanah di sebelahnya, maka secara otomatis dia akan segera mengeluarkan akarnya dan akan menjadi tanaman baru. Sehingga jika sulur tanaman melati ini tidak sering dirapikan, maka bisa jadi dia akan memenuhi seluruh halaman tempat dia ditanam.

Keunikan melati memang terletak pada baunya yang harum, akan tetapi bau harum melati juga tidak bisa bertahan lama, setelah sehari bau harum melati akan segera hilang, hal ini karena dalam sehari bunga melati akan segera membusuk dan mengering, jadi bersamaan dengan itu baunyapun segera menghilang.

Lalu untuk memperlama proses ini saya pernah mencoba untuk memetik kuncup bunga melati yang baru akan mekar, dan ternyata sesaat sebelum mekarpun bunga melati sudah bisa mengeluarkan bau wanginya, memang setelah mekar waktunya masih sama yaitu sekitar sehari, tetapi dengan memetik kucup melati seperti ini, maka kita bisa menikmati wangi melati yang lebih lama.

Saya memetik kuncup bunga melati, karena terinspirasi oleh manten (pengantin) dari adat Jawa, yang selalu menggunakan kuncup melati sebagai aksesoris pelengkap, dan ternyata inilah sebabnya.

Hal terakhir yang saya dapati, bahwa rasa bunga melati tidak enak, saya mencoba mencicipi bunga melati karena teringat akan alm. Susana yang konon katanya sebelum berekting, dia selalu memakan melati sebagai camilan. Jadi, saya berfikir bahwa bunga melati adalah jenis tanaman yang aman untuk dikonsumsi, tetapi ternyata rasanya pahit tidak enak.

Yang saya tidak tahu apakah di dunia ini ada banyak jenis tanaman melati, dan ada juga jenis bunga melati yang rasanya enak, itu yang masih jadi misteri bagi saya.

Lalu untuk bunga melati yang dijadikan teh, mungkin karena rasanya sama seperti pahitnya teh, jadi tidak masalah bagi penikmatnya, karena saat akan meminumnya akan tetap diberi gula. Karena yang dibutuhkan adalah aromanya saja. Atau mungkin ada jenis melati yang memang enak dibuat teh, saya juga belum mencari tahu lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan