Teknik Menanam Jagung

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat saran dari salah seorang petani jagung, tentang cara budidaya jagung yang biasa dia lakukan, pengalaman yang selama ini dia dapat dalam budidaya jagung telah membantu ekonomi keluarganya. Dia ingin agar petani jagung lain juga bisa menghasilkan panen jagung yang kualitasnya baik dan jumlahnya banyak, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.

Berikut adalah hal yang biasa dia lakukan dalam menanam jagung:

  1. Saat mau tanam sebaiknya petani harus mencari benih jagung yang terbukti tahan bulai, dan kalau bisa dilakukan seed treatment (pengolahan biji) maka dapat menggunakan fungisida Insurmax atau Target. Keduanya sama-sama bahan aktif, hanya saja beda merk dan pabrikan.
  2. Tanamlah benih jagung tersebut dengan jarak tanam yang paling rapat, untuk ukurannnya 75 x 25 cm. Untuk satu lubang masukkan satu butir benih jagung, lalu tutup lubang dengan menggunakan pupuk Petroganik atau bisa juga ditutup dengan menggunakan pupuk organik yang lainnya.
  3. Pemupukan pertama dilakukan pada umur 12 hari dengan pupuk ZA, dengan takaran 20 Kg ditambah dengan 10 Kg SP 36 (dalam pemupukan yang pertama ini jangan menggunakan UREA).

Untuk pemupukan yang kedua dilakukan pada saat jagung berumur 45 hari, dan pemupukan kali ini hanya menggunakan pupuk UREA 20 Kg ditambah dengan 25 Kg PHONSKA. Takaran pupuk ini diperuntukkan bagi benih jagung seberat 1 Kg, untuk kelipatannya maka tinggal disesuaikan saja.

  1. Saat tanaman jagung mulai berbunga maka semprot dengan menggunakan fungisida Cabrio.
  2. Panen jagung dilakukan saat klobot (kulit paling luar dari buah jagung) sudah berwarna coklat, lalu biji jagung yang ada di dalamnya sudah keras, dan jika dicuil pangkalnya sudah terlihat warna hitam di tengahnya atau disebut black layer.
  3. Daun tanaman jagung tidak boleh dipangkas sampai tanaman jagung berumur 100 hari, apalagi untuk daun yang ada di bagian atas tongkol buahnya. Sedangkan daun yang ada di bawah tongkol, pada umur 90 – 95 hari sudah boleh dipangkas. Tetapi meskipun demikian, sebaiknya daun di bawah tongkol jagung tetap disisakan 2 – 3 helai, tujuannya agar nantinya saat panen hasil rendamen jagungnya bisa tinggi.

 

Rendamen dapat diartikan sebagai selisih antara berat berat jagung yang masih ada bonggolnya dan berat jagung yang sudah dipipil.

Tinggalkan Balasan