Memandikan Tanaman Cabai dengan Menggunakan Herbisida

Untuk anda yang belum mengetahui herbisida itu apa, herbisida adalah obat atau senyawa yang disebarkan pada lahan pertanian untuk membasmi dan menekan pertumbuhan gulma, sedangkan gulma sendiri dapat diartikan sebagai tanaman pengganggu tanaman utama.

Sebenarnya cerita ini tidak untuk ditiru oleh orang lain, karena memang bukan sesuatu yang baik. Tetapi menurut saya cerita ini layak untuk diceritakan kembali, sebagai tambahan informsi bagi para petani tanaman cabe.

Jadi, ada salah seorang teman petani cabe yang sedang menyemprot lahannya, dengan menggunakan herbisida sistemik dengan takaran 75 ml/tanki. Memang pada saat itu hujan sudah mengguyur daerahnya semenjak dua bulan sebelumnya.

Pada saat itu, di salah satu pohon cabe miliknya muncul hama patek. Biasanya jika sudah ada hama patek di salah satu pohon cabe, maka pohon itu harus segera dimusnahkan, tujuannya agar hama patek tersebut tidak menyebar ke pohon cabe yang lain.

Tetapi karena merasa sayang harus mencabut pohon tersebut, maka petani ini iseng memandikan pohon cabe yang terkena patek tersebut, dengan menggunakan air sisa buangan dari tanki herbisida tadi. Tujuannya agar pohon cabe ini bisa mati bersamaan dengan gulma yang sudah disemprot sebelumnya.

Ternyata ada hal tidak terduga yang terjadi, memang selama seminggu berikutnya tanaman cabe itu daunnya mulai menguning dan mulai menggugurkan daunnya sama seperti gulma yang lain. Tetapi setelah minggu kedua, ternyata daun yang baru malah muncul, bahkan sekarang tanaman cabe tersebut sudah mengeluarkan buah, bahkan buah yang dikeluarkan cukup normal, dan hasil panennya sama seperti tanaman cabe lainnya.

Cerita ini memang agak ekstrem, dan memang tidak untuk dicontoh oleh petani lain, karena memang tingkat keberhasilannya sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan. Lagi pula banyak petani cabe lain yang mengatakan bahwa ini hanya kebetulan semata, dan sulit untuk diulagi lagi.

Selain itu menurut beberapa orang petani yang lain, bahwa faktor hujan dan juga kondisi lahan yang berada di dataran tinggi, juga bisa menjadi faktor penentu keberhasilan cara ini. Karena jika cara ini diterapkan di daerah dataran rendah dengan kondisi cuaca musim kemarau, maka dapat dipastikan akan membunuh tanaman cabe tersebut.

Tinggalkan Balasan