Penyebab dan Cara Mengatasi Penyakit Kriting pada Daun Tanaman Cabai

Salah satu jenis penyakit yang sering menyerang tanaman cabe adalah penyakit kriting pada daun tanaman cabe. Ada salah seorang petani yang mengatakan bahwa penyebab daun cabai bisa menjadi kriting adalah karena serangan kutu daun atau thrips.

Tetapi boleh dibilang, bahwa meskipun saya memiliki banyak tanaman cabai, sampai sekarang saya belum pernah melihat secara langsung bentuk dari kutu daun ini.

Sedangkan pengobatan untuk tanaman cabai yang sudah mengalami kriting ini sangat banyak sekali, bahkan saat saya menanyakan cara mengatasinya pada beberapa orang petani, mereka masing-masing memiliki cara tersendiri.

Hanya saja yang pasti dari semua petani tersebut, mereka sepakat bahwa jika penyakit kriting daun ini dibiarkan saja, maka tanaman bisa terkena penyakit gemini virus.

Pada saat terkena gemini virus, maka daun tanaman cabai akan berubah menjadi kuning, setelah itu produksi tanaman cabe akan menurun drastis. Bahkan jika dibiarkan saja, maka penyakit ini akan menjadi sumber penularan ke tanaman yang lain.

Untuk mengatasi penyakit kriting ini, ada petani yang menyarankan untuk menggunakan bahan alami yang lebih aman terhadap lingkungan. Tetapi ada juga yang menyarankan dengan menggunakan obatan kimia pabrik, yang menurut mereka bisa mengatasi dengan lebih ampuh.

Saya di sini hanya ingin menuliskan caranya saja, tetapi untuk keputusan untuk obat mana yang akan digunakan, terserah anda sekalian.

Cara pertama, anda bisa menggunakan air rendaman tembakau. Jadi, tembakau kita rendam selama satu hari penuh, lalu setelah itu air rendaman tembakau tersebut, kita semprotkan pada tanaman yang mengalami kriting daun.

Bahan lain yang dapat kita gunakan adalah daun sirsak dan labu siam. Jadi, daun sirsak dan labu siam tersebut akan kita blender sampai halus, dan air hasil blenderan tersebut akan kita saring. Setelah itu larutan tersebut tinggal kita semprotkan saja pada tanaman yang sakit. Untuk dosisnya, sebaiknya disesuaikan saja dengan kebutuhan, karena memang tidak ada takaran khusus.

Untuk obat kimia pabrik anda dapat menggunakan akarsida khusus kutu. Obat lain yang juga direkomendasikan adalah sifim. Untuk obat ini, cara pemakaian dan dosisnya tertera pada kemasan.

Obat lain yang direkomendasikan adalah stadium ditambah dengan dangger, sedangkan untuk jarak waktu penyemprotannya 3 hari sekali. Setalah menyemprotkan obat ini, maka daun yang kriting akan tetap kriting, tetapi daun yang baru akan tumbuh normal.

Untuk cara terakhir yang direkomendasikan, yaitu kita bisa menggunakan limbah karbit. Jadi, campurkan 1 Kg limbah karbit dengan 5 liter air, setelah itu diamkan selama semalam penuh. Dosis pemakaian, yaitu 100 ml untuk 1 tanki penyemprot.

Tinggalkan Balasan