Hama dan Penyakit Tanaman Sengon

Sebelumnya, saya sempat berfikir bahwa pohon sengon adalah jenis tanaman yang cukup aman untuk dibudidayakan, dan tidak memiliki hama dan penyakit. Sehingga tingkat panennya bisa selalu tinggi. Tetapi ternyata saya salah, karena pohon sengon juga memiliki penyakit dan hama, yang dapat merusak hasil panen.

Hal ini tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang beranggapan bahwa kayu sengon seperti jenis kayu hutan lain, seperti jati atau pinus, yaitu tanpa harus dirawat dan dipelihara, tetapi dapat dipanen setelah beberapa tahun kemudian.

Tetapi pada kenyataannya, kayu sengon lebih mirip seperti jenis tanaman sayur dan buah-buahan, yang memiliki hama dan penyakit. Sehingga saat kita membudidayakan pohon sengon, maka kita juga harus mau meluangkan waktu dan tenaga untuk merawatnya, dan tidak dapat membiarkannya begitu saja.

 

Penyakit yang cukup sering menyerang tanaman sengon di sekitar rumah saya, adalah keluarnya inti batang tanaman sengon, sehingga membentuk gumpalan / gundukan yang besar pada bagian luarnya. Biasanya setelah terserang penyakit seperti ini, maka tanaman sengon akan mengering, dan kalaupun hidup maka pertumbuhannya tidak akan semaksimal sebelumnya.

Selain itu penyeberan penyakit ini juga cukup cepat, meskipun tidak menghabiskan seluruh batang tanaman, di seluruh kebun, tetapi tingkat kerusakannya cukup tinggi, sehingga kerugiannya juga besar.

Karena itu kebanyakan pemilik pohon sengon yang sudah terserang penyakit ini, akan segera menebang dan menjual kayu sengonnya. Saya mendengar bahwa kayu sengon yang terserang penyakit ini hanya dihargai Rp 950.000 / truk.

 

Penyakit lain yang menyerang tanaman sengon di sekitar rumah saya adalah semacam serangga kecil mirip seperti ulat / pupa, ataupun sejenis larva serangga. Sedangkan nama pastinya saya dan warga sekitar masih belum tahu, bahkan setelah melakukan pencarian di google pun, kami masih belum berani memastikan apakah memang benar penyakit tersebut sama seperti yang ditampilkan di sana.

Biasanya bentuk dewasa dari serangga / hama tanamn sengon ini, berbentuk mirip seperti kupu-kupu kecil berwarna putih ataupun krem kecoklatan. Pada saat sudah menjadi kupu-kupu, sepertinya serangga ini sudah tidak berbahaya. Tetapi saat masih kecil, serangan mereka bisa membuat daun pohon sengon habis, bahkan nampak seperti mati.

Hama ini banyak menyerang pada musim kemarau, dan setelah memasuki musim penghujan, biasanya serangan hama ini bisa dibilang mereda.

Jika daun yang ada di ujung / pucuk tanaman yang terserang dan pohon tersebut tidak dapat memulihkan kondisinya, maka pertumbuhan pohon sengon tersebut akan terhenti, bahkan mungkin pohon tersebut tidak akan bisa memulihkan kondisinya lagi. Selama daun yang ada di ujung batang pohon sengon ini masih bisa bersemi lagi, maka tanaman sengon tersebut kemungkinan masih bisa pulih.

Hanya saja akibat dari serangan hama ini, maka pertumbuhan pohon sengon menjadi terhambat, bahkan selama daunnya habis, praktis pertumbuhan pohon sengon menjadi terhenti, baru setelah musim hujan tiba dan daun pohon sengon muncul kembali, maka pertumbuhannya mulai kembali.

Karena itu, maka panen pohon sengon akan menjadi semakin lama, bahkan jika serangan ini berlangsung berkali-kali, maka pohon akan mirip seperti tanaman stress dan merana, dan boleh dikatakan seperti tanaman yang hidup segan mati tak mau.

Sebenarnya serangan hama dan penyakit tanaman sengon ini bukan tanpa solusi, hanya saja solusi tersebut akan saya tampilkan pada artikel selanjutnya.

Tinggalkan Balasan