Budidaya Kedelai Edamame dari Jember

Beberapa waktu yang lalu ada salah seorang teman yang berasal dari Jember – Jawa Timur, mengatakan bahwa sekarang dia memilih untuk mengembangkan kedelai edamame pada lahan pertanian miliknya. Menurut dia, proses penjualannya cukup mudah, bahkan sekarang dia merasa kualahan, untuk memenuhi perminataan pasar.

Biasanya kedelai edamame yang dihasilkan akan dikirim ke Bali, sebagai bahan konsumsi turis asing yang ada di sana. Menurutnya, banyak turis yang suka dengan rasa kedelai edamame tersebut, sehingga untuk penjualannya cukup laku keras.

Untuk anda yang belum mengetahui tentang edamame. Edamame adalah salah satu jenis varian dari kacang kedelai, biasanya edamame akan dipanen ketika masih muda, dan masih berwarna hijau. Ukuran dari polong dan biji kedelai edamame, lebih besar dari pada ukuran kedelai rata-rata yang ditanam di Indonesia. Edamame sendiri bukan merupakan tanaman asli Indonesia, tetapi berasal dari Jepang.

Biasanya edamame disajikan sebagai makanan pembuka, atau sebagai makanan pelengkap saja. Dalam penyajiannya edamame tidak perlu di tambahkan apa-apa, dan biasanya disajikan selagi hangat. Untuk pengolahannya, biasanya kedelai edamame akan dikukus atau direbus.

Saya pribadi pernah mencoba rasa kedelai edamame, ternyata memang enak sekali, lebih enak dari pada kedelai rebus yang banyak dijajakan oleh pedagang di pasar.

Teman saya mengatakan, bahwa dia menjual kedelai edamame miliknya dengan harga Rp 15.000 / Kg. Tetapi untuk di daerah sekitar rumah saya kedelai edamame dijual dengan harga Rp 17.500 – Rp 20.000 / Kg. Teman saya juga mengatakan, bahwa kedelai edamame akan dihargai $ 12, jika diekspor ke Hongkong.

Karena prosepek yang cukup menjanjikan dari kedelai edamame ini, maka sekarang teman saya mulai mengajak petani lain di daerahnya, agar menanam kedelai edamame sepanjang tahun, karena sebagian petani lain hanya menanam kedelai edamame sebagai tanaman selingan semata.

Tinggalkan Balasan