Akibat dari Pertumbuhan Pohon Pisang yang Tidak Terkendali

Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan bagaimana efek dari pemberian air kolam lele terhadap tanaman pisang kepok/gajih merah milik saya. Sebenarnya air kolam lele tersebut, kandungannya sangat baik untuk pohon pisang milik saya. Sehingga membuat tanaman pisang saya, menjadi berkembang terlalu cepat dan terlalu banyak.

Akibat dari perkembangan yang sangat pesat seperti ini, maka ada beberapa hal buruk yang saya alami. Misalnya saja, saya harus bersusah payah untuk memotong daun pisang yang sudah kering, karena jumlahnya menjadi sangat banyak.

Bahkan untuk memakar daun-daun itu, memerlukan waktu yang lama, kalaupun saya ingin menguburnya pasti memerlukan tempat yang luas dengan waktu pembusukan yang lama, dikarenakan jumlah yang banyak tersebut.

Belum lagi kondisi di dalam rumah saya menjadi sangat gelap, karena sinar mataharinya terhalang daun pisang yang sangat padat. Sehingga di dalam rumah sering terasa pengap dan lembab, karena memang posisi pintu dan jendela banyak yang berhadapan langsung dengan kebun pisang tersebut.

Selain itu, jika saya ingin menebang pohon pisangnya, saya sering mengalami kesulitan, karena kebun tersebut sudah terasa sesak oleh jumlah pohon pisang yang banyak, dengan ukuran batang yang tinggi besar.

Belum lagi, jika ada pohon pisang yang mengarah ke rumah tetangga, pastinya jika sampai salah memotongnya, maka pohon tersebut bisa merusak rumah tetangga.

Pada mulanya saat pertama kali disiram dengan air kolam lele, maka buah pisang yang dihasilkan dari kebun saya bisa besar-besar. Tetapi karena jumlah batang pohonnya menjadi sangat banyak, maka ukuran batang pohon pisangnya mulai mengecil, begitu juga dengan buah pisang yang dihasilkan, juga ikut mengecil dan menjadi sedikit.

Karena pohon pisangnya semakin banyak, maka setiap hari saya hanya disibukkan dengan kegiatan memotong daun pisang kering dan mengurus batang pisang yang telah ditebang.

Bahkan, pohon buah yang lain seperti terdesak, sehingga buah yang dihasilkan menjadi lebih sedikit, misalnya saja pohon mangga saya menjadi merana, karena terdesak oleh kumpulan pohon pisang yang banyak tersebut. Akibatnya pohon mangga tersebut, sudah tidak pernah berbuah sama sekali.

Sebenarnya saya merasa heran karena semua pohon dan tanaman yang ada di kebun itu juga saya siram dengan menggunakan air kolam lele, tetapi meskipun tanaman lain juga berkembang, ternyata hanya tanaman pisang yang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

Hal yang paling menjengkelkan bagi saya adalah kondisi di bawah tanah yang penuh sesak oleh jalinan akar pohon pisang, sehingga tanaman lain tidak bisa tumbuh. Bahkan karena banyaknya pohon pisang, maka permukaan tanah sampai menjadi turun.

Karena pertimbangan dari semua hal yang sudah saya sebutkan di atas, maka saya memutuskan untuk menghentikan pemberian air kolam lele di seluruh kebun.

Tinggalkan Balasan