Pembuatan Arang Sekam dengan Cara Dibakar Menggunakan Kaleng Biskuit

Mungkin sudah cukup banyak saya membahas tentang cara saya, menyangrai sekam padi dengan menggunakan penggorengan di atas kompor gas. Tetapi pada artikel ini saya ingin menjelaskan bagaimana pengalaman saya saat membuat sekam dengan menggunakan kaleng biskuit.

Hal ini saya lakukan karena semua literatur yang saya dapatkan soal cara membuat arang sekam, semuanya menggunakan proses pembakaran seperti ini. Saya hanya ingin membuktikan apakah cara ini dapat berhasil saya lakukan atau tidak, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan proses yang dilakukan oleh orang lain.

Cara yang saya lakukan sama seperti di semua literatur tersebut, yaitu kaleng biskuit diletakkan di tengah-tengah tumpukan sekam padi. Lalu kaleng tersebut dibakar, pada literatur tersebut hampir semuanya menggunakan kayu bakar, tetapi karena kayu bekas yang saya miliki terkena hujan semalam, maka semua kayu yang saya miliki menjadi basah dan tidak bisa digunakan.

Karena itu saya mengganti bahan bakar yang digunakan di dalam kaleng biskuit tersebut, dengan menggunakan sampah plastik dan kertas. Karena pemikiran saya bahwa kaleng tersebut hanya perlu dibakar saja, sedangkan bahan bakar yang digunakan tidak masalah.

Ternyata hasil dari proses pembakaran ini, tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya, karena sejak pagi sampai siang, saya hanya disibukkan dengan proses membakar kertas dan plastik saja.

Tetapi yang ada, malah kertas dan plastik tersebut akan segera mati, saat dimasukkan ke dalam kaleng biskuit. Saya menduga bahwa hal ini terjadi, karena tidak ada udara yang masuk ke dalam kaleng tersebut.

Jadi saat tidak ada udara yang masuk, maka bahan bakar apapun juga pasti akan mati. Hanya saja pada saat itu, saya belum sempat membakar dengan menggunakan kayu, sehingga saya tidak bisa berkomentar lebih jauh, jika bahan bakar yang digunakan adalah kayu.

Tetapi yang saya amati selama proses pembakaran ini, yaitu panas yang dihasilkan oleh kaleng biskuit tersebut hanya ada pada bagian bibir kalengnya saja, sedangkan pada bagian tengah kaleng sampai ke bawah, panas yang dihasilkan sangat sedikit. Jadi, tidak bisa digunakan untuk membuat sekam bakar.

Karena setelah siang hari saya mulai capek menggunakan cara ini, maka saya menghentikannya. Dan saya pribadi menganggap bahwa cara ini adalah cara yang gagal, dan tidak cocok untuk saya. Dan akhirnya saya menggunakan cara yang lama, yaitu menyangrai sekam tersebut, dengan menggunakan penggorengan dan kompor gas.

Tinggalkan Balasan