Kondisi Panen Buah Rambutan Tahun ini

Boleh dibilang tahun ini panen buah rambutan di rumah saya cukup banyak, meskipun tidak sebanyak dua tahun lalu. Tetapi kami tetap bersyukur karena setidaknya tahun ini kami masih bisa panen rambutan, karena tahun lalu kami sama sekali tidak panen rambutan.

Yang sampai saat ini tidak saya mengerti, mengapa kondisi rambutan yang ada di sekitar tempat tinggal saya, selalu terlihat kompak, bahkan meskipun semua rambutan tersebut berasal dari jenis yang berbeda-beda. Misalnya saja, pada saat tahun lalu buah rambutan saya tidak berbuah sama sekali, ternyata semua pohon rambutan yang ada di sekitar daerah rumah saya juga tidak ada yang berbuah.

Lalu seperti tahun ini juga, bahwa banyak buah rambutan saya yang rontok bakal buahnya, ternyata hampir semua pohon rambutan yang ada di sekitar daerah tempat tinggal saya juga mengalami hal yang sama. Bahkan sampai kondisi buah rambutan yang nampak seperti terpotong sesuatu, sehingga jumlah buahnya berkurang secara drastis, ternyata pohon rabutan yang lain juga mengalami hal yang sama.

Meskipun kondisi yang dialami oleh buah rambutan milik saya, dan tetangga yang lain cukup sama, tetapi yang menjadi pembeda antara rambutan saya dan mereka adalah rasa buahnya. Karena rambutan saya berasal dari jenis Binjae, yang memiliki rasa lebih manis, kandungan air yang lebih sedikit, daging buah yang lebih tebal. Selain itu buah rambutan saya saat digigit juga bisa lepas dengan mudah dari bijinya.

Berbeda dengan buah rambutan yang dimiliki oleh tetangga saya, yang cenderung daging buah rambutannya mengandung banyak air, dan daging buanya juga cukup tipis, dan saat digigit daging buah rambutan tersebut juga sulit untuk lepas dari bijinya, bahkan daging buah rambutan tersebut juga sering masuk ke dalam gigi, sehingga cukup mengesalkan.

Karena hal tersebut maka meskipun pohon rambutan di sekitar rumah saya cukup banyak jumlahnya, bahkan ada pohon rambutan yang terletak di kebun kosong tanpa pemilik, tetap saja banyak tetangga dan anak kecil yang mencuri buah rambutan milik saya itu. Ditambah lagi dengan jenis pohon rambutan yang merupakan hasil cangkokan, maka pohon rambutan milik saya tidak terlalu tinggi, sehingga cukup mudah untuk siapapun yang ingin mengambilnya.

Saya memang tidak memungkiri, hal ini karena faktor bibit pohon yang digunakan dulu cukup mahal harganya, sehingga jika buah yang dihasilkan sekarang memuaskan, maka saya rasa itu cukup wajar. Dan jika dibandingkan dengan tetangga sekitar yang membeli bibit pohon rambutan yang cukup murah, maka dengan kondisi buah yang seperti itu saya rasa hal tersebut juga cukup wajar.

Tinggalkan Balasan