Proses Pengolahan Tebu Menjadi Gula Kristal di Pabrik

Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan gula pasir / gula kristal, tetapi apakah anda juga sudah mengetahui tentang proses pembuatan gula pasir tersebut? Sebagai tambahan, bahwa untuk wilayah Indonesia, bahan baku utama untuk membuat gula pasir adalah tanaman tebu.

Jadi, setelah tebu yang berasal dari kebun para petani, selesai dipanen maka tebu akan langsung diangkut menuju pabrik gula. Saat ini sebagian besar petani tebu dalam mengangkut tebunya akan menggunakan truk, dan truk-truk ini saat memasuki pabrik gula akan ditimbang terlebih dahulu.

Nantinya saat truk tersebut akan keluar dari pabrik, truk juga akan ditimbang lagi. Fungsi penimbangan ini adalah untuk menentukan berapa banyak muatan tebu yang dibawa truk tersebut.

Setelah masuk ke dalam pabrik, maka tebu akan dicacah, dan digiling lalu diperas untuk diambil sari tebunya atau yang biasa di sebut dengan air nira. Proses penggilingan ini bisa berlangsung beberapa kali, sehingga saat ampas tebunya dibuang, maka sudah hampir tidak ada kandungan gula yang tersisa di dalamnya.

Air nira hasil penggilingan dan pemerasan yang pertama ini kondisinya masih kotor, karena itu nira harus melalui proses penyaringan dan pengendapan. Tujuannya agar didapatkan air nira yang bersih. Biasanya setelah proses pengendapan, maka kotorannya akan mengendap di bawah, dan air nira yang bersih akan berada di atasnya.

Dan kotoran yang berada di dasar air nira itu nantinya akan kita buang. Dan kotoran berserta bahan yang terlarut di dalam nira mentah ini biasa disebut blotong.

Nira jernih yang sudah dibersihkan tersebut, akan diuapkan dengan menggunakan tekanan panas rendah untuk didapatkan nira kental. Penguapan ini juga berfungsi untuk mengurangi kandungan air pada nira.

Kemudian nira kental akan ditambahkan gas SO2 dengan pH 5,4. Setelah proses ini maka akan didapatkan hasil gula yang putih, gula putih ini akan ditempatkan pada pan masakan, sebenarnya selain berbentuk kristal, gula putih ini masih tercampur dengan cairan molase, atau tetes. Jadi, kita masih harus memisahkannya.

Setelah itu kristal gula akan dipisahkan dengan tetes pada mesin puteran, mesin ini disebut dengan puteran karena sistem kerja dari mesin ini yang berputar, seperti cara kerja mesin pengering pada mesin cuci pakaian. Sehingga kristal gula nantinya akan terpisah dengan tetesnya. Proses ini bisa berlangsung setidaknya sebanyak tiga kali, untuk didapatkan gula kristal yang berwarna putih.

Gula hasil puteran akan dikeringkan dalam perjalanan dalam talang goyang, dan kemudian disaring menggunakan saringan getar. Untuk dipisahkan antara gula kasar, gula normal dan gula halus. Gula kasar dan gula halus akan dilebur kembali, untuk dibuat gula normal, bersama dengan proses produksi yang selanjutnya.

Sedangkan untuk gula normal akan masuk ke dalam kantong kemasan untuk disimpan di gudang. Perlu diketahui juga bahwa semakin kecil kadar air dan kadar kotoran di dalam gula, maka gula akan semakin awet saat disimpan dalam gudang penyimpanan.

Tinggalkan Balasan