Perbedaan Daun dan Batang Pisang saat Dibakar

Proses pembakaran yang saya maksudkan dalam artikel ini adalah kondisi, pada saat daun dan batang pisang tersebut sudah berada dalam kondisi yang sama-sama kering. Hal ini karena batang dan daun pisang yang masih basah, tidak akan bisa dibakar, dan saat anda mencoba membakarnya maka yang ada hanya kepulan asap tebal yang menyesakkan pernafasan.

Dalam bahasa Jawa, daun pisang kering disebut sebagai “klaras“, sedangkan batang pisang dalam bahasa Jawa biasa disebut dengan “debog“. Perlu diketahui juga bahwa daun pisang adalah jenis daun yang cukup sulit untuk hancur di dalam tanah, dan kalaupun bisa maka memerlukan waktu yang sangat panjang.

Karena itu, jika daun pisang ditimbun di dalam tanah, maka akan membuat lubang sampah menjadi cepat penuh, bahkan saya pernah menimbun daun pisang dan setelah setahun saya coba bongkar, dan ternyata daun tersebut masih belum hancur sepenuhnya. Karena itu cara yang paling cepat untuk mengatasi sampah daun pisang adalah dengan dibakar.

Tetapi harap hati-hati dalam membakar daun pisang kering ini, karena daun pisang kering dapat menghasilkan api yang kobarannya besar, dan panas apinya juga cukup besar, meskipun kobaran tersebut hanya berlangsung sangat singkat.

Karena itu dalam membakar daun pisang, sebaiknya tidak menumpuknya, menjadi satu tumpukan besar, lalu membakar semuanya sekaligus, karena jika demikian, maka api yang dihasilkan akan berkobar sangat besar, dan bukan tidak mungkin api tersebut bisa membakar daun-daun atau dahan pohon yang ada di dekatnya.

Jadi, dalam membakar daun pisang sebaiknya dilakukan dengan memasukkan satu persatu daun tersebut ke dalam api, jadi, api yang dihasilkan tidak terlalu besar, dan panasnya pun juga tidak akan terlalu tinggi, sehingga cukup aman untuk lingkungan sekitar.

Berbeda dengan daun pisang kering, karena batang pisang memiliki kondisi yang sedikit berbeda pada saat dibakar. Batang pisang akan menghasilkan api yang lebih kecil, tetapi api tersebut dapat bertahan lebih lama, sehingga batang pisang akan lebih aman jika dibakar dalam sebuah tumpukan.

Lagi pula panas api yang dihasilkan dari pembakaran batang pisang juga tidak sepanas pembakaran daun pisang, jadi api yang dihasilkan dalam pembakaran batang pisang, lebih kecil tetapi bisa bertahan lebih lama.

Tetapi sebaiknya jangan membakar daun pisang dan batang pisang kering dalam satu kali pembaran yang besar, karena panas yang dihasilkan bisa memicu kebaran pada lokasi yang berdekatan. Karena kolaborasi antara besarnya api dan durasi pembakaran bisa cukup membahayakan, jadi jika ingin membakar daun pisang dan batang pisang, sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit.

Jika ingin membuat api unggun, maka dengan membakar daun dan batang pisang kering terlebih dahulu, maka sebenarnya akan jauh lebih mudah, karena api yang dihasilkan bisa lebih cepat muncul, dan panas yang dihasilkan bisa membakar kayu dengan lebih cepat.

Tetapi jika daun dan batang yang dibakar cukup banyak, maka kayu dalam tumpukan bisa lebih cepat menjadi abu, karena itu sebaiknya jumlahnya harus diatur agar tidak terlalu besar apinya. Hal ini karena daun pisang lebih bersifat seperti bahan pemercepat proses pembakaran.

Tinggalkan Balasan