Kualitas Dahan Pohon Sengon yang sangat Rapuh

Bisa dibilang kualitas dari dahan pohon sengon / albasia sangat jelek, bahkan bisa dibilang kalau dahan dari pohon ini tidak dapat dijadikan sesuatu selain kayu bakar. Bahkan jika dahan pohon sengon dijadikan sebagai kayu bakar, maka kualitas api yang dihasilkan juga tidak terlalu panas, bahkan nyala apinya juga tidak dapat bertahan lama, sehingga jika ingin memasak dalam waktu yang lama, diperlukan dahan pohon sengon dalam jumlah yang cukup banyak.

Kualitas dari dahan sengon ini memang terpengaruh dengan kecepatan tumbuh pohon sengon sendiri, yang terbiang sangat cepat, sehingga pertubuhannya hanya mementingkan ukurannya saja, tanpa memperdulikan kualitas dan kekuatannya. Sehingga meskipun ukuran dahannya sudah cukup besar, tetapi kekuatannya sangat rapuh.

Biasanya setiap beberapa bulan sekali, dahan dari pohon sengon akan dipangkas, hal ini bertujuan agar pohon sengon tidak berfokus untuk melebarkan tajuk daunnya, sehingga pohon akan terus tumbuh keatas dengan lurus. Karena itu, biasanya pada saat banyak orang yang memangkas dahan pohon sengon seperti ini, maka akan ada banyak dahan dan cabang pohon sengon, yang bisa dipanen oleh masyarakat sekitar.

Jika boleh digambarkan bahwa dahan pohon sengon ini seperti sterofom saja, karena tingkat kekuatannya yang sangat rendah, dan jika dipatahkan seperti mematahkan gabus sterofom.

Selain digunakan sendiri sebagai bahan bakar, terkadang juga jika jumlah dahan, dan ranting pohon sengon jumlahnya cukup banyak, maka dahan tersebut juga dijual, kepada warga lain yang membutuhkan. Harga setiap ikat dahan dan ranting pohon sengon ini Rp 5.000. Tetapi nampaknya masih banyak warga yang lebih memilih untuk menggunakan kayu yang lebih keras, jika mereka memiliki hajat, atau memang memerlukan panas yang lebih tinggi.

Hanya karena tidak ada pohon sengon yang sampai berusia tua di sekitar tempat tinggal saya, maka saya tidak tahu apakah dahan pohon sengon yang sudah tua juga akan serapuh pohon yang masih muda seperti ini.

Tinggalkan Balasan