Pohon Sengon Jarang dijadikan Pohon Peneduh Pinggir Jalan

Meskipun saat ini proses budidaya tanaman sengon di daerah sekitar tempat tinggal saya sudah sangat luas, tetapi saya jarang sekali menemukan pohon sengon (albasia) yang dijadikan sebagai pohon peneduh pinggir jalan. Kalaupun ada, itu hanya karena kebun pohon sengon tersebut, terletak di pinggir jalan, jadi bukan karena memang sengaja ditanam sebagai pohon peneduh.

Menurut saya sebenarnya jika pohon sengon dapat ditanam di sepanjang jalan, maka dalam waktu beberapa tahun sekali, pihak kota atau penduduk yang jalannya ditanami pohon ini, akan mendapat untung dari panen kayu yang dilakukan. Lagi pula dengan harga yang lumayan tinggi dan waktu penanaman yang relatif singkat, maka penanaman pohon sengon juga merupakan infestasi yang cukup menguntungkan bila dibandingkan dengan penanaman pohon jenis lain di pinggir jalan tersebut.

Tetapi ternyata ada alasan mengapa pohon sengon tidak dapat dijadikan sebagai tanaman peneduh di pinggir jalan. Yaitu, dari sifat pohon sengon yang selalu menggugurkan daunnya setiap saat, sehingga jika ditanam di pinggir jalan, maka dapat dipastikan bahwa daearah tersebut akan selalu kotor oleh daun pohon sengon tersebut. Ukuran daun sengon yang kecil-kecil, dan jumlah daun yang selalu digugurkan sangat banyak, maka proses pembersihan pohon sengon juga akan semakin sulit dilakukan.

Lagi pula daun pohon sengon adalah jenis daun yang tidak mudah lapuk jika direndam di dalam air, sehingga jika sampai daun tersebut masuk ke dalam saluran pembuangan Kota, maka lama-kelamaan saluran tersebut akan menjadi dangkal, bahkan tidak menutup kemungkinan jika daun tersebut sampai berkolaborasi dengan sampah yang lain maka dapat menyumbat saluran pembuangan tersebut, dan pada akhirnya bisa menyebabkan banjir.

Pohon sengon memiliki proses pertumbuhan yang begitu cepat selama beberapa tahun pertama dalam hidupnya, karena kecepatan dalam pertumbuhannya tersebut, maka terkadang ada perbedaan kecepatan dalam tumbuh, antara batang bagian atas dengan akar yang menopang di bagian bawahnya.

Jika sampai terjadi perbedaan kecepatan dalam tumbuh, maka bisa jadi saat ada angin kencang, maka batang pohon sengon bisa mengalami rubuh, karena akarnya tidak kuat menahan beban batang di atasnya, bahkan jika sampai jatuh ke tengah jalan, maka pastinya akan sangat membahayakan para pengguna jalan yang melintas di sana.

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar berita, bahwa ada pengendara motor yang tertimpa batang pohon sengon di pinggir jalan di daerah Ponorogo, dan pengendara tersebut langsung meninggal seketika di tempat. Jadi, meskipun menguntungkan, tetapi orang akan berfikir ulang jika ingin menggunakan pohon sengon sebagai peneduh jalan.

 

Tinggalkan Balasan