Hubungan antara Jumlah Tanaman Sengon dan Pembalakan Liar

Dahulu saat gencar-gencarnya orang berbicara soal reformasi, pada saat itu juga banyak orang yang melakukan penebangan liar di hutan-hutan. Akibatnya banyak hutan yang menjadi gundul, karena banyak hutan yang gundul, maka saat turun hujan, banyak bencana yang ditimbulkannya, misalnya banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan kekeringan.

Lalu saat gema reformasi tersebut semakin mereda, dan penegakan hukum terhadap orang yang melakukan penebangan liar tersebut semakin digalakkan, maka kondisi hutan secara perlahan-lahan mulai pulih kembali. Hal ini adalah kondisi hutan yang ada di sekitar rumah tinggal saya, untuk di daerah lain saya hanya sedikit mengetahuinya, tetapi saya pikir bahwa hal tersebut mungkin tidak akan jauh berbeda kondisinya.

Sekarang sebagai ganti dari penebagan liar tersebut, banyak masyarakat yang mulai membudidayakan tanaman sengon (albasia). Karena tanaman ini adalah milik sendiri, maka mereka bisa sesuka hatinya untuk menebang pohon yang mereka budidayakan tersebut, dan tidak perlu ijin khusus seperti saat menebang pohon di hutan.

Saya melihat, bahwa semakin banyak masyarakat yang membudidayakan tanaman sengon, maka semakin sedikit jumlah penebangan liar di hutan (tetapi bukan berarti sudah tidak ada lagi penebangan liar). Jadi, untuk waktu yang sebelumnya digunakan untuk mencuri kayu, lalu mengolahnya agar tidak ketahuan pihak yang berwajib.

Sekarang waktu tersebut digunakan untuk merawat tanaman sengon milik mereka. Saya melihat bahwa hubungan antara jumlah tanaman sengon yang dibudidayakan, berbanding terbalik jumlah penebangan liar, bahkan saat ini sudah sangat terasa dampaknya.

Dengan adanya penanaman pohon sengon, maka sebagian besar kebutuhan kayu di masyarakat sudah dapat dipenuhi. Sehingga permintaan akan kayu hutan menjadi semakin sedikit, akibatnya penebangan liarpun juga semakin sedikit. Jadi memang hal ini, seperti memiliki keterkaitan yang cukup erat.

Lagi pula jika seseorang melakukan pelanggaran hukum, maka biasanya mereka akan dihatui rasa takut, karena sudah berbuat salah. Karena jika seseorang melakukan penebangan liar, maka ancaman hukumannya juga cukup berat. Tetapi jika mereka membudidayakan sendiri tanaman sengonnya, maka mereka tidak perlu takut lagi pada pihak yang berwajib. Sehingga pastinya hidupnya akan jauh lebih tenang.

Tinggalkan Balasan