Alasan Kayu Sengon Banyak dipanen saat masih Muda

Pada akhir-akhir ini pamor pohon sengon sangat pesat sekali kenaikannya, bahkan ada semacam demam menanam pohon sengon di sekitar rumah saya. Hal ini tidak terlepas dari berbagai macam keuntungan, yang ditawarkan oleh pohon sengon itu sendiri, kepada pemiliknya.

Selain demam menanam pohon sengon, saya melihat bahwa sekarang semakin banyak pemilik pohon sengon, yang juga mengalami demam memanen pohon sengon pada usia muda, yaitu dipanen sekitar usia tiga tahun. Pada usia ini pohon sengon masih tergolong kayu yang sangat muda, meskipun terkadang sudah ada pohon yang memiliki diameter yang sudah cukup besar, tetapi seperti halnya pohon yang masih muda, kayu yang dihasilkan juga masih sangat lunak.

Pada saat berbincang-bincang dengan beberapa orang yang memiliki pohon sengon, saya sempat bertanya kepada mereka. Bahwa, mengapa mereka tidak menunggu saja sampai pohon sengon tersebut menjadi lebih tua, karena setahu saya bahwa harga jualnya, pasti juga akan lebih mahal jika dibandingkan dengan menjualnya pada saat masih muda, seperti ini.

Lalu petani sengon tersebut mengatakan, bahwa pohon sengon akan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sampai menginjak umur tiga tahun, tetapi setelah usia tersebut, meskipun pohon sengon masih mengalami pertumbuhan, tetapi kecepatan dari pertumbuhannya akan menurun, dan tidak secepat ketika pohon tersebut masih berusia sebelum tiga tahun.

Karena itu menurut para pembudidaya pohon sengon yang saya temui tersebut, mereka mengatakan bahwa akan lebih menguntungkan jika pohon sengon yang sudah berusia tiga tahun tersebut segera ditebang. Lalu setelah ditebang, maka lahan tersebut akan disiapkan kembali untuk ditanami pohon sengon baru. Dari pada, jika harus menunggunya sampai menjadi tua.

Para petani pohon sengon ini, mengatakan bahwa terkadang bibit pohon sengon yang mereka tanam adalah bibit yang sudah berumur sekitar enam bulan sampai satu tahun. Biasanya bibit yang masih berumur kecil seperti ini tidak langsung ditanam di dalam tanah, tetapi akan dibesarkan dulu di dalam polibag. Menurut mereka dengan menanam pohon menggunakan cara seperti ini, maka kemungkinan untuk keberhasilan panen sengon akan menjadi semakin besar.

Jadi, terkadang para petani pohon sengon ini, tidak sampai menunggu selama tiga tahun persis untuk bisa melakukan panen. Bahkan diantara mereka ada yang hanya dua tahun setengah, sudah bisa melakukan panen. Lalu setelah itu mereka akan mempersiapkan lahannya, untuk menanam bibit sengon yang baru.

Satu hal lagi yang para petani sengon itu katakan kepada saya, bahwa sebenarnya harga jual kayu sengon itu tidak ditentukan oleh umur dari pohon sengon, tetapi ditentukan oleh besarnya diameter kayunya. Karena itu meskipun masih muda, tetapi jika kayu pohon sengon telah besar, maka harga jualnyapun juga tetap bisa tinggi.

Tinggalkan Balasan