Harga Rumput Jepang dan Rumput Gajah Mini

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke daerah penghasil tanaman rumput Jepang dan rumput gajah mini, di daerah ini banyak rumah yang menanam rumput Jepang dan rumput gajah mini untuk dijual. Untuk areal tanamnya, kebanyakan adalah di bagian depan halaman rumah, jadi rata-rata, memang luas areal lahannya tidak terlalu luas. Tetapi karena banyak rumah yang membudidayakannya, maka jumlah rumput ini dalam sekali setor bisa banyak.

Jadi, selain bisa menghasilkan uang, dengan menanam rumput Jepang dan rumput gajah mini di halaman depan rumah, maka dapat digunakan sebagai hiasan, untuk mempercantik halaman milik petani di sini. Pada saat itu, saya berkesempatan untuk bertanya pada salah seorang petaninya, dan beliau menceritakan beberapa hal tentang budidaya rumput Jepang ini.

Dari beberapa hal yang petani rumput Jepang yang saya temui tersebut kepada saya, salah satunya adalah tentang harga jual dari rumput Jepang ini. Beliau mengatakan bahwa tengkulak rumput Jepang, yang datang mengambil, akan membeli dalam ukuran permeter-persegi (m²).

Petani rumput tersebut mengatakan bahwa, harga beli tengkulak di tingkat petani saat ini Rp 6.000/m². Nantinya dari para tengkulak rumput yang berukuran 1 m x 1 m tersebut, akan dipecah lagi menjadi ukuran 10 cm x 10 cm. Jadi, nantinya di pasar bunga rumput ini, bisa dijual secara meteran dan bisa juga dijual secara bijian (per-biji berukuran10 cm x 10 cm).

Beberapa waktu yang lalu, saat saya berjalan-jalan di Pasar Bunga Splendeed, yang ada di Kota Malang. Kemudian saya bertanya kepada penjual rumput di situ tentang berapa harga jual, rumput Jepang dan juga rumput gajah mini. Penjual itu mengatakan ntuk rumput Jepang dan rumput gajah mini tersebut yang perbiji berukuran 10 cm x 10 cm, ditawarkan dengan harga Rp 500/buah.

Sebagai tambahan, bahwa untuk saat ini pengepul rumput yang biasa membeli dari petani yang saya temui tersebut, sudah tidak mau membeli rumput gajah mininya. Tengkulak tersebut mengatakan bahwa penjualannya sedang tidak bagus, karena minat pembeli sedang banyak tertuju pada rumput Jepang.

Karena kejadian ini maka sudah dua kali masa panen rumput Jepang, dan rumput gajahnya masih belum laku, atau masih belum mau diambil oleh tengkulaknya. Saya bertanya kepada petani rumput tersebut, apakah tidak rugi jika kondisinya demikian. Dan petani tersebut mengatakan, memang rugi, tetapi hal seperti ini memang sering terjadi, jadi beliau mengatakan bahwa pasrah saja, dengan kondisi yang ada.

Sebagai keterangan saja bahwa lokasi untuk menanam rumput ini, ada di desa dekat jalan menuju ke gunung Semeru, dan yang saya tanyakan adalah harga di pasar bunga yang ada di Kota Malang, jadi jika selisihnya cukup banyak, saya tidak tahu apakah memang ada faktor lain selain transportasi yang bisa ditambahkan ke dalam penentuan harga akhirnya, atau memang hanya permainan harga di tingkat pedagang dan tengkulak saja.

Tinggalkan Balasan