Cara Merawat Burung Menjadi Burung Juara

Saya pribadi jika ditanya apakah saya bisa merawat burung? Maka saya akan menjawab tidak bisa, karena yang disebut sebagai merawat burung, bukanlah memberi makan, minum lalu membersihkan kandangnya saja, tetapi kita harus bisa melatih burung tersebut dari yang kemampuannya nol, sampaai menjadi burung juara, dan pastinya hal ini sangat sulit, karena memerlukan latihan dan pengalaman bertahun-tahun.

Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu seorang penghobi burung, dan dia menceritakan caranya merawat burung-burung kontes. Berikut adalah pengalaman beliau yang diceritakan tersebut:

 

Untuk jenis burung yang dia pelihara awalnya adalah burung dari jenis kacer, lalu setelah beberapa lama dia mulai mengganti burung peliharaannya menjadi jenis love bird. Menurut dia, burung jenis love bird lebih mudah dirawat, dan memiliki harga jual yang lebih baik, jadi karena alasan itu dia memutuskan untuk memelihara love bird.

Perlu anda ketahui, bahwa pakan yang diberikan kepada burung itu berbeda antara pakan biasa sehari-hari dan pakan untuk kontes. Perbedaan tersebut terletak pada kandungan nutrisi pakannya.

Jadi, pakan biasa diberikan sebagai pakan sehari-hari, pakan ini dapat diberikan terus-menerus setelah pakan di wadahnya habis. Kemudian pada saat mendekati hari kontes, maka jenis pakan yang diberikan akan diganti dengan jenis pakan khusus untuk kontes. Tujuannya agar suara burung menjadi lebih keras, durasi kicauannya menjadi lebih panjang dan burung menjadi lebih sering berkicau.

Hal ini dilakukan oleh peternak yang saya ceritakan tadi, kepada semua jenis burung yang dia pelihara, hanya saja untuk setiap jenis burung, pakan harian dan pakan untuk kontesnya berbeda-beda. Pakan tersebut disesuaikan dengan jenis burungnya.

Kemudian saya bertanya apakah boleh memberikan pakan yang digunakan untuk kontes, sebagai pakan sehari-hari? Dia mengatakan, memang bisa saja hal itu dilakukan, tetapi kita juga harus menyadari tentang dampak apa yang bisa terjadi pada burung piliharaan kita tersebut, pastinya karena burung terus dipaksa melakukan kicauan terbaiknya terus-menerus, pasti akan ada dampak buruk yang terjadi pada burung.

Burung berkicau dengan suara keras dalam waktu lama, atau dalam istilah pecinta burung di Jawa kami menyebutnya sebagai gacor. Sering kali didapati saat kontes, suaranya malah rusak dan tidak indah lagi, jadi memang harus ada yang namanya latihan dan yang namanya istirahat, tujuannya agar kualitas suara burung tetap terjaga dengan baik.

Selain itu, harga pakan burung khusus kontes juga lebih mahal dari pada pakan biasa, bisa jadi jenis pakan ini malah akan membuat keuangan peternak tekor. Jadi, yang penting di sini adalah keseimbangan. Dan peternak harus tahu kapan burungnya harus diberi pakan biasa, dan kapan harus diberi pakan khusus kontes.

Untuk jenis burung love bird, biasanya pakan sehari-harinya adalah jenis campuran milet. Tetapi untuk kontes dia tidak menjelaskan apa saja campuran pakannya. Hanya saja dia menjelaskan bahwa dia langsung membelinya pada orang yang bisa meracik pakan, menurutnya pakan hasil racikan tersebut sangat baik dan sesuai untuk tahap perkembangan burungnya. Dan sampai sekarang dia sangat puas dengan hasilnya.

Selain itu, yang namanya obat dan suplemen burung, harus disediakan. Memang jika dilihat dari segi jenis dan macamnya bisa sangat banyak, tetapi tinggal kita sesuaikan saja dengan kebutuhan burungnya. Langkah berikutnya kita tinggal mencari saja obat tersebut di tempat jual burung atau di apotek.

Meskipun yang dia ceritakan ini adalah jenis love bird, tetapi saya pikir bahwa teknik yang dia gunakan ini, bisa saja digunakan untuk merawat burung berkicau dari jenis yang lain juga.

Masih ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh peternak, agar burung peliharaannya dapat memiliki kemampuan untuk menjadi burung kontes. Pembahasan tersebut akan dilanjutkan pada artikel berikutnya.

Tinggalkan Balasan