Sarana yang diperlukan dalam pendederan ikan bawal

Pada kegiatan pendederan ikan bawal air tawar secara intensif, ikan bawal dapat didederkan di kolam tanah, kolam tembok, atau di waring. Hanya saja jika melakukan pendederan dengan menggunakan kolam tanah, kolam tembok dan juga waring, akan sangat memerlukan pasokan air yang banyak, karena benih ikan masih memerlukan pergantian dan juga sirkulasi air dalam jumlah banyak.

Karena itu, jika kita ingin melakukan pendederan dengan sitem padat tebar maka kita dapat melakukannya di KJA (Kolam Jaring Apung), hal ini sangat mungkin untuk dilakukan karena di KJA, pasokan air tidak perlu kita risaukan karena melimpah selalu, hanya saja perlu untuk diperhatikan, yaitu jika kita melakukan pendederan di KJA, maka ukuran benih ikan yang dapat dederkan adalah yang memiliki ukuran yang lebih besar (pendederan II dan III)

Jumlah kolam dan bentuk kolam sebagai tempat untuk melakukan pendederan disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Demikian pula dengan jumlah kolam yang diperlukan sangat tergantung pada besar kecilnya skala usaha pembenihan. Satu hal lagi, yaitu kolam harus mudah untuk diisi air dan juga mudah untuk mengurasnya, juga harus dapat menampung air dengan baik, dan tidak bocor, memiliki saluran masuk dan juga keluar, dan ada kamalir (cekungan) pada dasar kolam untuk dapat memudahkan pemanenan.

Bila ikan bawal hasil pembenihan akan didederkan dengan menggunakan jaring seperti di KJA, mata jaring harus lebih kecil daripada benih ikan bawal yang akan dipelihara agar benih ikan tidak lolos dari waring. Ukuran waring disesuaikan dengan luas kolam tempat waring tersebut dipasang. Sementara ukuran dan jumlah KJA disesuaikan skala usaha dan kepadatan yang akan didederkan.

Tinggalkan Balasan