Beternak Ayam Petelur dengan Sistem Umbaran

Berbeda dengan sistem budidaya ayam petelur yang ada di sekitar rumah saya yang banyak menggunakan model kandang baterai atau jenis kandang sangkar yang sering digunakan dalam budidaya ayam petelur. Seorang teman, malah memilih untuk budidaya ayam petelur dengan menggunakan sistem umbaran.

Yang dimaksud dengan sistem umbaran, yaitu cara memelihara ayam dengan cara, ayam dilepaskan untuk bergerak bebas di tanah, jadi tidak selalu berada di dalam kandang sempit sepanjang waktu.

Dia mengatakan bahwa memelihara ayam petelur dengan sistem umbaran, maka ayamnya cukup sehat, dan jarang stress, sehingga produksi telur bisa mencapai 95%. Memang dia mengakui bahwa memelihara ayam dengan sistem umbaran ini memiliki kekurangan, terutama pada jumlah ayam yang bisa dipelihara.

Jadi, memang sistem ini sangat cocok untuk peternak yang memelihara ayam dalam jumlah kecil. Tetapi jika jumlah ayamnya sudah semakin banyak, maka cara ini sudah tidak efisien lagi. Untuk kasus teman saya ini saat ini dia memelihara ayam petelur sebanyak 100 ekor.

 

Dalam pemeliharaannya, teman saya ini menggunakan sistem kandang dengan lantai tanah, tetapi lantai kandang tersebut dilapisi dengan kulit padi (sekam).

Untuk pembersihannya sendiri, dilakukan setiap seminggu sekali, jadi sekam yang kotor akan diambil, lalu dia akan mengganti dengan sekam yang baru. Jadi, kotorannya bisa langsung terbuang bersama dengan sekamnya. Cara ini menurut dia sangat praktis, lebih cepat, dan lebih mudah.

Sedangkan untuk pakannya, dia juga menggunakan jenis pakan yang sama seperti pakan ayam petelur lain dari kandang baterai. Untuk pemberian pakannya diberikan sebanyak dua kali, dan selalu dilakukan di dalam kandang, jadi pemberian pakan pertama dilakukan sebelum ayam keluar kandang, dan setelah ayam kembali ke kandang, ayam diberi pakan lagi.

Pada saat sore hari, ayam akan dimasukkan ke dalam kandang, lalu saat pagi hari ayam akan dilepaskan ke halaman.

Tinggalkan Balasan