Pakan untuk Cacing Tanah Peliharaan

Pada artikel-artikel sebelumnya saya telah menjelaskan, tentang bagaimana cara saya mendapatkan cacing tanah, beserta dengan media beternak cacing tanah tersebut. Pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan soal pakan yang saya gunakan untuk diberikan pada cacing-cacing tersebut.

Pakan utama yang saya berikan adalah bekatul dan pelet ikan. Bekatul atau dedak halus, saya gunakan karena harganya yang murah dan mudah didapat. Sebelum saya memberikan pada cacing, saya akan membasahi bekatul ini terlebih dahulu, setelah itu bekatulnya saya peras, sehingga tidak banyak air yang ada di dalam bekatul tersebut.

Sedangkan pakan lain yang saya berikan adalah pelet ikan. Pelet ikan saya gunakan karena pelet memiliki kandungan protein yang tinggi. Lagi pula jika mengandalkan bekatul saja, maka kandungan proteinnya terlalu sedikit. Jadi, perlu ditambah dengan pakan yang proteinnya lebih tinggi.

Untuk cara pemberian pakannya masih sama, yaitu pelet ikan tersebut tetap akan saya basahi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam wadah.

Tujuan pakan di atas dibasahi, yaitu untuk memudahkan cacing dalam memakannya. Karena cara makan cacing dengan menghisapnya, jadi pakan yang basah akan lebih mudah dimakan oleh cacing dari pada pakan yang kering.

Sedangkan cara saya memberikan pakan tersebut, yaitu dengan memasukkan pakannya langsung ke dalam media budidaya, jadi pakannya harus dikubur. Alasannya karena cacing tanah adalah hewan yang sangat sensitif terhadap sinar, jadi jika pakannya ada di luar media, maka cacing tanah hanya akan memakannya pada saat sudah gelap saja. Karena itu jumlah pakan yang dimakan akan sangat sedikit jika dibandingkan dengan cara mengubur pakan tersebut secara langsung.

Lagi pula, sepertinya cacing tanah tidak mengenal yang namanya perbedaan siang – malam. Jadi, jika ingin makan, mereka akan langsung makan tanpa harus menunggu waktu. Meskipun ada juga yang mengatakan bahwa cacing tanah akan menjadi lebih aktif jika sudah malam.

Tinggalkan Balasan