Membuat Kaleng Berkarat menjadi Layak untuk Budidaya Hewan Air

Sebagai media budidaya ikan atau kultur jentik-jentik nyamuk, saya lebih menyukai untuk menggunakan ember bekas, baik itu yang terbuat dari bahan logam maupun yang terbuat dari bahan plastik. Alasannya karena lebih murah jika dibandingkan dengan membuat kolam, ataupun membeli aquarium dari akrilik ataupun kaca.

Selain itu untuk daerah sekitar rumah saya, harga ember dari logam bisa lebih murah dari pada yang plastik. Alasannya karena bahan logam sangat mudah sekali berkarat, terutama jika sering terkena air. Karena bahan plastik tidak bisa berkarat, maka harga jualnya pun menjadi lebih mahal.

Tetapi akhir-akhir ini saya memiliki solusi yang efektif untuk membuat ember dan drum logam berkarat menjadi layak untuk digunakan sebagai wadah budidaya ikan dan jentik nyamuk.

Sebenarnya kita bisa saja membeli cat anti karat di toko bangunan, untuk melapisi drum dan ember tersebut, tetapi yang jadi masalah adalah harga cat tersebut yang mahal. Lagi pula, biasanya cat tersebut tidak akan bisa bertahan lama, karena lapisan karat yang terbentuk di bawahnya akan segera mengelupasnya.

Cara yang saya gunakan adalah dengan mengasapi bagian dalam kaleng dan drum tersebut, cara ini sangat mudah, murah, dan hasilnya juga tidak mengecewakan. Alasan saya menggunakan cara ini, karena arang dan minyak yang dikeluarkan saat proses pembakaran bahan organik, akan membentuk semacam lapisan hitam, pekat dan lengket, yang akan melapisi permukaan ember dan drum logam tersebut.

Biasanya proses pembakarannya akan memakan waktu yang cukup lama, selain itu bahan organik yang diperlukan untuk dibakar juga cukup banyak. Hanya saja saya bisa menggunakan daun kering, rumput liar, daun pisang kering, ranting kering, dan semua bagian tanaman yang tidak terpakai.

Karena memang, setiap tanaman mengandung minyak di dalamnya, dan akan keluar bersamaan dengan asap pembakaran, jadi semua bahan organik tersebut bisa dibakar dan menghasilkan pelapis anti karat.

Perlu saya ingatkan juga, yaitu saat anda menggunakan kaleng atau drum yang berkarat tebal, maka sebaiknya lapisan karat itu dikikis terlebih dahulu, jadi lapisan arang yang melapisi permukaan drum tersebut bisa lebih maksimal.

 

Saya menemukan cara ini, ketika saya memasak air dengan menggunakan ember logam yang masih baru. Lalu setelah selesai memasak tersebut, saya mendapati lapisan minyak yang sulit untuk dibersihkan. Bahkan setelah beberapa kali proses pemasakan, ternyata lapisan minyak tersebut semakin tebal dan semakin hitam. Jadi, saya mulai bereksperimen untuk menggunakannya sebagai pelapis pada bagian dalam ember dan drum logam.

Asap dari proses pembakaran akan melapisi semua bagian ember dengan sempurna, karena sifat asap yang memenuhi semua ruangan, lagi pula jika ditambah dengan arang dan minyak yang terbentuk bersamaan dengan suhu asap yang panas. Maka proses penempelannya bisa menjadi sangat kuat di dalam bagian dalam drum.

Saya sudah mencoba ember yang dilapisi arang pembakaran tanaman ini, untuk mengkultur jentik-jentik nyamuk, dan hasilnya sama saja seperti ember plastik. Bahkan karena warna hitam yang dihasilkan dari proses pembakaran tersebut, malah membuat jentik nyamuk yang dihasilkan menjadi lebih banyak, dari pada ember plastik yang berwarna putih.

Pengalaman saya selama ini bahwa, jika wadah yang bisa digunakan untuk budidaya jentik nyamuk, maka secara otomatis juga bisa digunakan untuk memelihara ikan.

Tinggalkan Balasan