Kolam ikan lele menggunakan air sungai

Sumber air kolam yang kita gunakan dapat berasal dari beberapa sumber air salah satunya kita dapat mengambil air dari aliran sungai yang melewati daerah sekitar tempat budidaya. Untuk air sungai, memang dari segi jumlah dapat diambil dalam jumlah yang sangat banyak dengan biaya yang relatif lebih murah dari pada sumber air yang lain. Tetapi yang jadi masalah adalah apakah kita tahu, dari mana asal air sungai tersebut. Karena air sungai saat ini, beberapa sangat tercemar.

Sumber limbah yang ada pada air sungai dapat berasal dari limbah rumah tangga, ataupun dari limbah industri. Seorang teman peternak yang menggunakan air sungai untuk mengisi kolam budidaya miliknya, mengatakan bahwa beberapa waktu sekali, ada industri yang membuang limbahnya ke sungai sehingga air sungai dapat berubah warna menjadi hitam pekat, dan berbau khas bahan kimia.

Mungkin lebih akurat dikatakan sebagai parit yang digunakan sebagai kolam ikan lele.

Dia mengatakan bahwa jika musim hujan, industri di sekitar aliran sungai akan lebih banyak yang membuang limbahnya ke sungai dan sebagai akibatnya ikan yang dia pelihara banyak yang mati, sehingga jika ingin memasukkan air sungai, dia selalu mengecek terlebih dahulu kondisi air sungainya, apakah aman atau tidak.

Jika sumber air sungai berasal dari pematang sawah, hati-hati karena untuk beberapa waktu sekali air sungai ini, memang akan banyak mengandung pakan alami, yang berasal dari sawah, tetapi jika di sawah sedang dilakukan proses penyemprotan pestisida dan pemupukan maka air akan tercemar dan jika itu masuk ke kolam, maka dapat menyebabkan ikan mati.

Untuk penggunaan air sungai yang berasal dari saluran irigasi sawah secara langsung memang saya belum pernah menggunakannya, tetapi saya pernah punya pengalaman mengambil tanaman air yang banyak tumbuh di sawah, tanaman tersebut tumbuh di antara tanaman padi. Tetapi saya tidak tahu jika di sawah itu baru saja di semprot pestisida, setelah saya menaruh tanaman itu di kolam tempat ikan, ternyata tanaman ini cepat sekali tumbuh dan berkembang, tetapi ikan saya tidak mau makan tanaman yang saya bawa seperti sebelumnya.

Selanjutnya yang terjadi adalah, setelah beberapa hari ternyata ikan saya terlihat seperti mabuk, dan tidak lama setelah itu banyak yang mati. Lalu saya membuang tanaman itu dari kolam dan sebagai tindakan pencegahannya saya mencoba untuk mengganti air kolam dengan air yang baru dari sumur, setelah itu kematian ikan tidak bertambah buruk dan dapat berhenti. Ternyata kejadian yang saya alami ini sudah sering dialami oleh para peternak yang lain juga.

Memang untuk mengambil air dari sungai cukup murah, tetapi perlu kehati-hatian yang lebih dari para peternak ikan lele.

Tinggalkan Balasan