Lumpur di Dasar Kolam Sebagai Pupuk Tanaman

Minggu lalu, saya mencoba untuk menguras kolam ikan air tawar yang ada di rumah. Hal ini karena kolam tersebut mengalami kebocoran dan memerlukan perbaikan. Pada saat itu saya baru menyadari bahwa jumlah lumpur yang ada di dalam kolam tersebut cukup banyak.

Maklum saja, hal ini terjadi karena sistem pergantian air di kolam tersebut hanya dilakukan pada bagian permukaan kolam saja, dan tidak pernah sampai ke bawah.

Karena jumlah endapan lumpur di dasar kolam tersebut cukup banyak, maka saya mulai berfikir bahwa lumpur tersebut, sayang jika harus dibuang begitu saja. Jadi, saya mulai memasukkan lumpur tersebut ke dalam polybag tempat sayuran. Memang pada saat pertama kali diangkat dari kolam, bau lumpur tersebut sangat amis, dan kurang sedap baunya.

Dan bau tersebut dapat menempel cukup lama pada sayuran yang secara tidak sengaja terpercik, namun bau tersebut dapat hilang sepenuhnya dengan cara dicuci beberapa kali dengan menggunakan air bersih.

Tetapi yang membuat saya terkejut, bukan hanya itu saja. Karena lumpur yang saya masukkan ke dalam polybag sayuran, ternyata berfungsi sama baiknya seperti pupuk yang lain. Jadi, efeknya dapat membuat tanaman nampak lebih segar, dengan ukuran yang lebih besar, seperti habis diberi pupuk kandang atau kompos.

Hal ini saya tuliskan, karena banyak peternak ikan lain yang ada di daerah sekitar rumah saya, yang membuang begitu saja endapan lumpur dan kotoran yang ada di dasar kolam mereka. Padahal jika dimanfaatkan sebagai pupuk, mungkin kita tidak perlu membeli kompos ataupun pupuk kandang, jadi bisa lebih hemat.

1 comment

    • romano on 23 Maret 2018 at 2:08 am

    Reply

    (Y)

Tinggalkan Balasan