Perbedaan Sekam, Dedak, dan Bekatul

Apakah diantara anda masih banyak yang menganggap bahwa dedak dan bekatul adalah produk yang sama, yang berasal dari proses penggilingan sekam padi ?

Karena saya sendiri dan banyak masyarakat di daerah saya, menganggap bahwa bakatul dan dedak merupakan produk penggilingan dari sekam padi.

Jadi, kami beranggapan bahwa saat gabah digiling, maka akan menghasilkan beras sebagai produk utamanya, lalu sekam yang merupakan kulitnya sebagai produk sampingannya. Lalu saat sekam tersebut digiling kembali untuk dihaluskan maka akan menghasilkan bekatul dan dedak. Yaitu hasil penggilingan yang kasar dinakan dedak, sedangkan yang lebih halus dinamakan bekatul.

Tetapi yang sebenarnya terjadi, yaitu ketiganya bukan merupakan satu bentuk hasil turunan, tetapi masing-masing produk tersebut merupakan produk tersendiri, yaitu berasal dari proses pelepasan beras dengan kulit pembungkusnya. Jadi ketiganya merupakan lapisan pembungkus beras yang tersendiri dan tidak ada hubungannya satu dengan yang lain.

Gabah padi memiliki tiga lapisan kulit yang membungkus beras. Yaitu yang paling luar, yang memiliki bentuk keras dan tajam, kita menyebutnya sekam. Selanjutnya pada lapisan pembungkus yang kedua adalah dedak, dan yang terakhir adalah bekatul. Jadi, selama proses penggilingan ketiganya akan dipisahkan satu persatu, sehingga ketiganya menjadi produk yang memang benar-benar berbeda.

Bahkan, saat saya mulai tahu perbedaannya, ternyata penjual dedak dan bekatul di dekat rumah saya masih menganggap bahwa keduanya adalah produk yang sama, dan perbedaan keduanya hanya terletak pada teksturnya saja. Yaitu dedak lebih kasar dan bekatul lebih halus, karena itu harga bekatul lebih mahal.

Mungkin yang menyebabkan kami menganggap bahwa dedak dan bekatul adalah satu produk yang sama, yaitu karena di masa lalu, mesin penggilingan padi masih belum mampu memisahkan dedak dan bekatul. Jadi produk yang dihasilkan adalah beras, sekam, dedak dicampur dengan bekatul. Karena itu wajar saja jika masyarakat masih menganggap bahwa dedak dan bekatul adalah produk yang sama.

Biasanya karena sekam terlalu keras dan tajam, maka sekam tidak dapat dijadikan sebagai pakan ternak, dan biasanya hanya dijadikan sebagai alas lantai kandang. Sedangkan dedak meskipun teksturnya kasar, tetapi masih bisa dijadikan sebagai pakan hewan ternak, khususnya unggas, sapi, dan kambing.

Sedangkan bekatul, menurut beberapa artikel lain yang sudah saya baca, ternyata memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi pertumbuhan hewan ternak. Bahkan sudah banyak cerita dari para peternak, yang mengatakan bahwa hewan ternak mereka pada saat diberi pakan bakatul, ternyata nafsu makannya lebih lahap, bila dibandingkan saat diberi makan dedak.

2 comments

    • Leonardo on 4 November 2018 at 7:50 pm

    Reply

    Mas Remi… Mohon tanya dimanakan bisa jual bekatul? Saya sedang cari untuk bahan skripsi, namun orang2 di daerah saya (sidoarjo) tidak bisa membedakan juga antara dedak dan bekatul. Terimakasih

      • Remi on 6 November 2018 at 5:19 am
      • Author

      Reply

      Anda bisa mencoba mencari di tempat penjual pakan hewan ternak, terutama toko penjual pakan untuk ayam, biasanya mereka punya. Biasanya orang kita menyebut bekatul sebagai dedak halus, dan dedak kasar itulah dedak yang tuliskan di atas.

      Jika masih punya pertanyaan lain silahkan mengirimkan lagi.

Tinggalkan Balasan