Keunikan Cara Pekembangbiakan Belut

Bagi saya belut adalah jenis hewan yang cukup menarik, hal ini karena belut dapat berganti kelamin setelah beberapa waktu hidupnya atau lebih kita kenal sebagai hewan hemaprodit. Atau dapat diartikan bahwa dalam satu tubuh terdapat dua alat kelamin, yaitu kelamin jantan dan kelamin betina.

Untuk kasus belut, yaitu semua belut yang baru saja menetas akan memiliki kelamin betina. Namun saat belut menginjak dewasa, maka belut akan berganti kelaminnya menjadi jantan, biasanya perubahan belut menjadi dewasa dan berubah menjadi jantan, terjadi pada saat belut menginjak umur 9 bulan.

Bahkan jenis kelamin belut, tidak sepenuhnya mutlak terjadi seperti siklus yang sudah saya ceritakan di atas, karena pada kenyataannya, jika disuatu lingkungan jumlah populasi belut betina berkurang banyak, sehingga populasi belut jantan menjadi melimpah.

Maka pada saat itu, sebagian belut jantan akan merubah kelaminnya menjadi belut betina kembali. Sehingga, kondisi kelamin belut dapat berubah sesuai dengan keadaan yang ada pada saat itu.

Biasanya belut betina akan bersarang di dalam lubang yang ada di dalam lumpur, dan mereka akan meletakkan telur mereka pada busa yang terdapat pada permukaan air yang dangkal, yang sudah dibuat oleh belut jantan.

Dan sama seperti induk mereka, yaitu pada saat baru menetas, maka semua belut muda tersebut terlahir sebagai belut betina dan saat mereka bertambah tua, mereka akan berubah menjadi jantan.

Menurut beberapa literatur, bahwa saat ini jarang sekali ada orang bisa membiakkan belut dengan cara pemijahan buatan, berbeda dengan jenis belut sidat yang saat ini sudah dapat dilakukan pemijahan buatan.

Jadi, kebanyakan saat ini yang dilakukan oleh pembudidaya belut adalah usaha pembesaran belut saja, biasanya bibitnya didapatkan dengan cara menangkap dari alam, dan kalaupun ada orang yang ingin mengembang biakkan belut, biasanya mereka akan mengkondisikan kolamnya supaya mirip seperti lingkungan asli belut tersebut. Tujuannya agar belut tetap dapat berkembang biak seperti yang dilakukan di habitat aslinya.

Tinggalkan Balasan