Sarang Burung Liar di Pohon Pisang

Kemarin saat saya menebang pohon pisang untuk melakukan panen buah pisangnya, ternyata ada hal yang menarik, yaitu saya mendapatkan sebuah sarang burung di sela-sela tandan buah pisangnya. Saya tidak tahu dari jenis burung apa telur-telur tersebut, hal ini karena terlalu banyak burung liar yang ada sekitar tempat tinggal saya.

Biasanya setahu saya kebanyakan burung-burung tersebut membuat sarang dan bertelur pada saat pohon pisangnya masih baru berbuah, dan telur tersebut juga biasanya sudah menetas sebelum buah pisang tersebut matang.

Tetapi yang jadi masalah, ketika burung-burung tersebut bertelur pada saat buah pisangnya sudah hampir masak, sehingga saat buah buah pisang tersebut ditebang, maka terkadang yang tersisa dalam sarang tersebut adalah telur burung yang belum menetas ataupun anakan burung yang belum bisa terbang.

Saya sebenarnya bukan jenis orang yang suka mengganggu kehidupan satwa liar, yang ada di sekitar saya tanpa sebab yang jelas. Tetapi memang soal sarang burung ini, terjadi karena kesalahan pemilihan waktu yang kurang tepat dari burungnya sendiri.

Karena saya sering juga mendapati, bahwa banyak sarang burung dalam satu tandan pisang, dan sarang-sarang tersebut kondisinya juga sudah kosong tidak ada burung ataupun telurnya. Mungkin yang tersisa hanya kotoran burung yang masih melekat pada sarang-sarang tersebut, bahkan perkiraan saya bahwa sarang tersebut sudah diisi oleh pasangan burung lebih dari sekali.

Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa burung-burung tersebut sudah meninggalkan sarang ketika buah pisangnya belum benar-benar masak. Sehingga semua burung dan anaknya yang ada dalam sarang tersebut selamat.

Tetapi hal tersebut berbeda dengan cerita berikutnya, yaitu beberapa waktu yang lalu ketika saya panen pisang, ternyata di dalam tandan pisang tersebut ada suara menciap-ciap. Lalu saya coba letakkan sarang burung tersebut di dekat batang pisang yang sudah saya tebang, ternyata tidak ada induk burung yang datang untuk menyelamatkan anak-anak burung tersebut. Malahan ada beberapa kucing kampung yang datang untuk memakan anakan burung tersebut.

Bahkan telur burung yang saya temukan pada awal cerita, juga ternyata juga tidak diambil oleh induknya, dan berakhir dengan menjadi makanan semut-semut. Munkin karena cangkang telur burung ini sangat rapuh sehingga rahang semut-semut ini bisa dengan mudah untuk memecahkannya.

Demikianlah sekilas pengalaman yang saya alami saat menemukan telur dan anakan burung di dalam tandan pisang yang sudah saya panen.

2 comments

    • Dia on 9 Maret 2018 at 11:18 am

    Reply

    Cerita yang sama juga saya alami jadi ini sudah kedua kalinya menemukan bayi burung pipit di tandan pisang yg dipanen ayah saya di kebun dan berakhir dg merawat bayi burung tersebut namun akhirnya mati,butuh solusi dalam merawat bayi burung yg masih kecil karena setelah diamati lagi ada sarang burung di tandan pisang yg belum ayah sy tebang,..

      • Remi on 12 Maret 2018 at 4:26 am
      • Author

      Reply

      Terima kasih telah berbagi bersama kami, hanya saja saya juga tidak memiliki pengalaman dengan burung, apalagi yang masih baru menetas.

Tinggalkan Balasan