Hati-hati Saat Melipat Terpal menjadi Kolam

Saat ini dalam budidaya ikan konsumsi, banyak peternak yang menggunakan kolam dari bahan terpal. Terpal banyak dipilih karena mudah untuk dibuat, mudah untuk dipindahkan, dan pastinya biaya pembuatannya lebih murah dari pada jika menggunakan bahan yang lain (mis: kolam tanah, tembok / beton).

Mungkin kolam terpal mudah untuk dibuat, tetapi saya perlu mengingatkan bahwa dalam dalam melipat ujung plastik terpal untuk membuatnya menjadi bentuk kolam, kita harus hati-hati dan usahakan agar dalam melipatnya kita melakukannya dengan rapi.

Mungkin ini terdengar sepele, yaitu melipat ujung plastik terpal dengan rapi. Tetapi ternyata lipatan pada ujung terpal juga memiliki andil yang cukup besar dalam menentukan hasil panen kita. Ada beberapa hal buruk yang mungkin saja terjadi atau anda alami jika dalam melipat ujung terpal untuk kolam, kita melakukannya dengan asal-asalan.

Biasanya lipatan ujung terpal yang asal-asalah akan membuat sebuah celah, dan celah ini biasanya digunakan sebagai tempat sembunyi oleh bibit ikan yang kita pelihara, biasanya ikan yang sembunyi di sini adalah ikan yang ukurannya kecil, atau ikan yang takut pada ikan yang lainnya.

Dampak yang dapat ditimbulkan oleh bibit ikan yang sembunyi pada lipatan terpal adalah ikan tersebut akan merasa aman dari kejaran bibit yang lebih kuat dan lebih besar darinya. Tetapi biasanya bibit yang banyak sembunyi pada lipatan terpal akan mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya, hal ini karena bibit tersebut juga tidak akan tahu kapan waktunya makan, dan biasanya mereka juga terlambat dalam berebut makanan dari ikan yang tidak bersembunyi.

Selain itu, lipatan pada ujung terpal juga dapat digunakan oleh hewan pengganggu / hama, sebagai tempatnya untuk sembunyi, sehingga kitapun terkadang juga tidak akan menyadari kehadiran mereka, sehingga hama tersebut bisa dengan leluasa memangsa bibit kita. Untuk di rumah saya hama yang sering bersembunyi di dalam lipatan terpal adalah katak, dan katak ini sering sekali memangsa bibit ikan lele saya yang masih berukuran kecil.

Dan biasanya saat kita sadar kalau kolam kita sudah diserang hama, terkadang saat itu sudah terlambat, bahkan pernah satu kali saya menemukan telur katak yang diletakkan pada lipatan terpal tersebut, yang kondisinya sudah hampir menetas. Jika sudah menetas, maka bisa jadi bibit ikan kita pada kolam tersebut yang akan dimangsa oleh kecebong tersebut, dan kalau kecebong tersebut sampai dimakan oleh ikan kita, maka tidak jarang malah ikan kita yang akan menjadi mati.

Lagi pula kotoran yang tersembunyi pada lipatan terpal tersebut juga akan sulit untuk dibersihkan, sehingga dapat menjadi  sarang penyakit bagi ikan kita yang ada di kolam tersebut.

Karena itu, lebih baik kita pastikan bahwa lipatan terpal pada ujung kolam dibuat dengan rapi dan tidak membentuk ruang yang dapat merugikan kita sendiri. Jika perlu maka kita juga bisa mengelemnya agar bisa terlihat semakin rapi.

 

Tinggalkan Balasan