Budidaya Marmut

Marmut adalah salah satu hewan pengerat seperti  halnya kelinci, tetapi bagi saya marmut lebih mirip seperti hamster raksasa. Seperti halnya kelinci, marmut juga sukamakan dedaunan dan rumput-rumputan. Bahkan untuk di daerah rumah tinggal saya, marmut jarang ada yang dijadikan sebagai hewan peliharaan, tetapi seperti kelinci, marmut juga diternakkan untuk diambil dagingnya.

Dahulu saat masa resesi hebat setelah Indonesia merdeka, banyak orang yang beternak marmut dan juga kelinci, sebagai sumber protein keluarga, hal ini karena pada masa itu, sangat sulit sekali untuk mendapatkan bahan makanan. Karena itu di daerah rumah tinggal saya, kelinci dan juga marmut masih dianggap sebagai hewan penghasil daging, dan bukan hewan peliharaan untuk disayang-sayang. Saya rasa hal ini lebih karena faktor sejarah saja.

Hanya saja untuk sekarang ini sudah mulai jarang tetangga yang beternak marmut. Alasannya mungkin standart, yaitu tidak mau repot mengurusinya, dan jika ingin memakan dagingnya saat ini sudah mulai banyak tempat yang menjajakan daging marmut dan juga daging kelinci, jadi saat ini kondisinya sudah jauh lebih praktis.

Untuk cara beternak marmut, di sekitar rumah saya jarang ada yang menggunakan kandang-kandang yang terpisah, seperti yang dilakukan di kota-kota besar. Kandang marmut dan kelinci, lebih banyak dibuat seperti kotak kayu biasa, biasanya kotak tersebut diletakkan pada bagian rumah yang tidak terkena hujan, jadi kandang dari marmut tersebut kebanyakan masih berada di atas tanah, jadi saat dia ingin berkembang biak, maka dia akan menggali tanah, dan menempatkan anakknya pada lubang tersebut, dan setelah anaknya cukup besar, maka mereka baru keluar dari lubang tersebut.

Untuk pakan yang diberikan kepada marmut, kebanyakan jenisnya hampir sama seperti yang diberikan kepada kelinci, misalnya saja jenis rumput-rumputan, dan beberapa tanaman sulur-suluran. Tetapi untuk tanaman yang dapat membuat kelinci kembung, biasanya juga tidak diberikan kepada marmut. Saya belum pernah melihat ada peternak marmut yang memberikan pakan siap saji buatan pabrik, seperti pelet, pur, atau pakan sejenis itu, sepertinuya pamor makanan seperti itu masih sangat kurang.

Lagi pula jika diberikan pakan hijauan, maka pastinya biaya budidaya bisa jauh lebih murah, dan lagi pakan hijauan di daerah tempat tinggal saya masih cukup banyak tersedia, sehingga untuk mendapatkannya, bisa dengan gratis.

2 comments

    • ahmad faqih on 17 Oktober 2017 at 7:53 pm

    Reply

    Infonya sangat bagus, semoga bermanfaat dikalangan luas
    wedus balap

      • Remi on 19 Oktober 2017 at 4:23 am
      • Author

      Reply

      Terima kasih atas komentarnya

Tinggalkan Balasan