Karakteristik tubuh ikan lele

Lele memiliki klasifikasi ilmiah :

  • Kerajaan : Animalia
  • Filum    : Chordata
  • Kelas    : Actinopterygli
  • Ordo     : Siluriformes
  • Famili   : Claridae
  • Genus    : Clarias

Lele memiliki nama Clarias, yaitu dari bahasa Yunani chlaros, yang memiliki arti ‘lincah’, ‘kuat’, hal ini mengacu pada kemampuan lele untuk tetap hidup dan bergerak, meskipun berada di luar air.

Lele memiliki warna tubuh kehitaman atau kecoklatan, hal yang menarik adalah apabila terkena sinar matahari, maka warna tubuh lele akan berubah menjadi pucat. Jika lele terkejut maka warna tubuhnya akan menjadi loreng hitam putih seperti mozaik.

Lele mimiliki tubuh yang licin dan memanjang, tubuh lele terasa licin jika di pegang itu karena tubuh lele mengeluarkan lendir, lendir ini sendiri mengandung amoniak yang bersifat asam. Lendir lele juga digunakan untuk melindungi diri dari bakteri karena lele tidak memiliki sisik pelindung, selain itu lendir juga membatu lele untuk bergerak, baik di air maupun di lumpur.

Lele memiliki sirip punggung atas dan sirip dubur yang menerus dan memanjang kearah ekor. Lele memiliki kepala yang cukup keras, dengan bola mata yang kecil, dan mulut yang lebar yang terletak di bagian depan moncongnya, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Karena memiliki sungut inilah sebabnya mengapa lele di Inggris disebut sebaagai catfish.

Lele juga memiliki alat pernafasan tanbahan pada insangnya, berupa organ labirin yaitu lipatan-lipatan epithelium, alat ini sendiri merupakan turunan dari lembar insang pertama. Fungsinya adalah untuk mengambil oksigen langsung dari udara bebas di atas permukaan air. Karena ada kemungkinan bahwa perairan tempat tinggal lele kandungan oksigennya menipis. Itulah sebabnya mengapa ikan lele dapat hidup di perairan yang keruh dan berlumpur.

Terdapat duri tulang yang tajam yang terletak pada ketiak masing-masing sirip dada lele, tulang ini biasa juga disebut sebagai patil. Kita dapat melihat patil dengan jelas, jika kita membuka sirip dada pada lele yang terletak pada bagian bawah tubuh lele. Patil ini tidak hanya tajam tetapi juga memiliki racun sehingga jika ada orang yang tidak sengaja terkena maka dapat menyebabkan demam panas tinggi. Tetapi patil ini hanya berisiko pada lele yang sudah besar, karena pada lele yang masih kecil, patil ini masih lunak dan belum tumbuh menjadi keras dan bahkan jarang orang menyadari keberadaannya.

Tinggalkan Balasan